Gala Bunga Matahari Ciptaan Siapa? Ini Jawabannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gala Bunga Matahari ciptaan siapa? Beberapa lagu hadir bukan untuk membuat seseorang menari, melainkan menemani saat-saat sunyi yang sulit dijelaskan.
“Gala Bunga Matahari” adalah salah satunya. Lagu ini tidak diciptakan dari ruang hampa, melainkan tumbuh dari kehilangan.
Gala Bunga Matahari Ciptaan Siapa? Ini Penjelasannya Lengkap dengan Makna dan Lirik
Gala Bunga Matahari ciptaan siapa? Lagu ini lahir dari tangan dan hati seorang musisi asal Malang, Sal Priadi, yang selama ini dikenal sebagai penulis lagu dengan bahasa yang sangat puitis.
Dibalut dalam nada tenang dan melodi yang mengalir lembut, Sal menuturkan rasa rindu terhadap sosok yang sudah tidak bisa ditemui secara fisik. Ia tidak menyebut siapa, tapi setiap kata yang dipilihnya terasa seperti doa yang dipanjatkan dalam diam.
Dikutip dari buku Cinta Itu, Idhan (2014: 64), rindu merupakan keinginan kuat untuk bertemu. Perasaan ini sangat sulit untuk diungkapan dna diartikan.
Alih-alih meratap, lagu ini justru membawa suasana damai. Gambaran tentang bunga matahari yang mekar dalam gala atau pesta menjadi simbol bahwa duka bisa dikenang dengan cara yang tenang dan penuh penghargaan.
Bunga matahari yang selalu menghadap ke arah cahaya, menggambarkan harapan dan penerimaan. Tidak banyak efek suara dalam aransemen lagu ini.
Justru kesederhanaannya menjadi kekuatan utama. Musiknya pelan, liriknya tajam, tapi lembut. Lagu ini bukan hanya cerita personal Sal, tapi juga ruang bagi siapa saja yang pernah kehilangan.
Banyak pendengar merasa lagu ini berbicara langsung pada orang yang kehilangan, karena maknanya bersifat universal. Lagu ini juga menarik perhatian karena video musiknya melibatkan Gempi, putri dari pasangan selebritas Indonesia.
Namun, kekuatan utama tetap terletak pada liriknya. Tidak ada yang dibesar-besarkan, tetapi setiap kata terasa tulus. Bagi sebagian orang, lagu ini seperti pelukan hangat yang datang saat hati sedang kosong.
Lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi pengingat bahwa cinta dan kenangan tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berubah bentuk, hadir dalam lagu, dalam cahaya, atau dalam bunga matahari yang terus mekar setiap pagi.
Berikut ini adalah lirik lagu Gala Bunga Matahari Ciptaan Sal Priadi.
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
'Kan kuceritakan padamu
Bagaimana hidupku tanpamu
Kangennya masih ada di setiap waktu
Kadang aku menangis bila aku perlu
Tapi aku sekarang sudah lebih lucu
Jadilah menyenangkan s'perti katamu
Jalani hidup dengan penuh sukacita
Dan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-oh
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak sekarang
Janji kita pasti 'kan bertemu lagi
Itulah jawaban atas pertanyaan, "Lagu Gala Bunga Matahari ciptaan siapa?". Sal Priadi memperlihatkan bahwa musik bisa menjadi jembatan antara dunia yang terlihat dan yang tidak. (Msr)
Baca juga: Makna Lagu White Odd Future beserta Liriknya
