Konten dari Pengguna

Gambaran Penerapan CASEL Pembelajaran Sosial Emosional di Kelas Seperti Apa?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambaran penerapan casel dalam pembelajaran sosial emosional di kelas seperti apa. Sumber: Pexels/Arthur Krijgsman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambaran penerapan casel dalam pembelajaran sosial emosional di kelas seperti apa. Sumber: Pexels/Arthur Krijgsman

CASEL merupakan pembelajaran yang mengembangkan sosial emosional. Lantas, gambaran penerapan CASEL dalam pembelajaran sosial emosional di kelas seperti apa?

Penerapan CASEL dapat membantu siswa dalam memahami dan mengelola emosinya dengan lebih baik. Selain itu, pendekatan ini juga mendorong terbentuknya hubungan sosial yang positif di lingkungan sekolah.

Lantas, Gambaran Penerapan CASEL dalam Pembelajaran Sosial Emosional di Kelas Seperti Apa?

Ilustrasi gambaran penerapan casel dalam pembelajaran sosial emosional di kelas seperti apa. Sumber: Pexels/Naomi Shi

Dikutip dari Buku Model CASEL-IoT Berbasis Cultural Heritage, Dr. Siti Aisyah dkk, (hal. 25), CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) adalah sebuah organisasi yang mengembangkan standar dan pedoman untuk mengimplementasikan pembelajaran sosial dan emosional di sekolah.

CASEL mengidentifikasi lima kompetensi kunci yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Pertanyaannya, gambaran penerapan CASEL dalam Pembelajaran Sosial Emosional di kelas seperti apa?

1. Morning Check-in

Guru mengajak siswa untuk mengenali dan menyebutkan perasaan di awal kelas. Ini adalah bentuk dari menerapkan kompetensi self-awareness atau kesadaran diri. Contoh praktisnya dengan bertanya kepada siswa, “bagaimana perasaanmu hari ini?”.

Siswa menjawab, dan guru menanggapi dengan validasi, seperti, “Terima kasih sudah berbagai, itu wajah kok merasa gugup.”

2. Jurnal Refleksi Harian

Setelah pelajaran selesai, siswa diajak menuliskan apa yang dipelajari, dan bagaimana perasaannya terhadap proses belajar tersebut. Ini dapat membantu siswa mengenali emosi yang dirasakan selama belajar.

Cara ini juga berguna untuk guru mengetahui gambaran kondisi sosial emosional siswa secara berkala.

3. Roleplay

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat bermain peran dalam situasi sosial, seperti menyelesaikan konflik. Saat bermain roleplay, siswa dapat menyampaikan pendapatnya dengan sopan.

4. Rileksasi

Sebelum presentasi atau ujian, guru bisa mengajak siswa melakukan relaksasi singkat dengan melakukan latihan pernapasan agar tenang.

Praktik ini mengajarkan siswa untuk lebih tenang, lebih fokus, dan lebih siap secara emosional dalam menghadapi proses belajar maupun ujian di sekolah.

5. Proyek Kerja Kelompok

Dalam proyek kerja kelompok, siswa belajar untuk mendengarkan. Siswa juga belajar untuk menghargai pendapat teman, dan menyelesaikan tugas bersama.

Demikian ulasan gambaran penerapan CASEL dalam pembelajaran sosial emosional di kelas seperti apa. Penerapan CASEL dapat mendukung akademik sekaligus emosional siswa, sehingga membuat suasana kelas yang lebih bertumbuh. (ERI)

Baca: Pembelajaran Sosial Emosional Merupakan Pengembangan dari Teori Apa?