Gelombang Bunyi Merambat di Udara Berupa Longitudinal, Ini Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu fisika, dijelaskan bahwa gelombang bunyi merambat di udara berupa longitudinal. Namun, saat mempelajari ilmu ini mungkin pernah terbesit di pikiran mengenai apa itu gelombang bunyi dan apa maksud dari longitudinal.
Gelombang merupakan salah satu faktor penting dalam bunyi. Hal ini dikarenakan bunyi dapat didengar karena adanya bentuk gelombang yang merambat dalam suatu media.
Pengertian Gelombang Bunyi
Sebelum masuk dalam pembahasan longitudinal, sebaiknya pahami lebih dulu mengenai apa itu gelombang bunyi.
Pada dasarnya, gelombang diartikan sebagai getaran yang merambat, baik melalui medium maupun tanpa medium.
Adapun gelombang bunyi merupakan gelombang yang merambat melalui suatu medium tertentu. Medium yang dapat dilalui gelombang bunyi dapat berupa medium gas, cair, hingga padat.
Gelombang bunyi dapat dibagi berdasarkan rentang frekuensinya, yaitu:
Infrasonik, yaitu gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi < 20 Hz.
Audiosonik, yaitu gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi antara 20 - 20.000 Hz. Frekuensi inilah yang dapat didengar oleh telinga manusia.
Ultrasonik, yaitu gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi > 20.000 Hz. Frekuensi ini dapat didengar oleh beberapa hewan seperti anjing dan kelelawar.
Karena gelombang bunyi sifatnya merambat melalui medium, maka gelombang bunyi dikelompokkan sebagai gelombang longitudinal.
Baca juga: 5 Sifat-sifat Bunyi dan Manfaatnya Untuk Manusia
Penjelasan Gelombang Bunyi Merambat di Udara Berupa Longitudinal
Dikutip dari buku Smart Plus Bank Soal Fisika SMA, Tim Master Eduka (2020:264), gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya searah dengan arah perambatannya.
Dalam gelombang longitudinal, terdapat renggangan dan rapatan. Jarak antara dua rapatan atau dua renggangan yang berurutan disebut sebagai panjang satu gelombang.
Adapun contoh dari gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi. Getaran bunyi merambat di udara berupa rapatan dan renggangan di molekul-molekul udara.
Di udara yang dirambati bunyi, akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya. Pada waktu dirambati bunyi, molekul-molekul di udara ini juga bergetar. Namun, getarannya hanya terbatas bergerak maju mundur di sekitar titik keseimbangannya.
Oleh karena itu, meskipun gelombang bunyi merambat, tetapi molekul-molekul udaranya tidak ikut berpindah.
Itu dia penjelasan mengenai gelombang bunyi merambat di udara berupa longitudinal. Berdasarkan ulasan di atas, diketahui gelombang bunyi termasuk dalam gelombang longitudinal karena dalam perambatannya memerlukan medium. (YAS)
