Konten dari Pengguna

Gregor Mendel: Bapak Genetika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bapak genetika. Sumber: unsplash.com/JeanMichelGarcia.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bapak genetika. Sumber: unsplash.com/JeanMichelGarcia.

Bapak genetika adalah Johann Gregor Mendel atau yang lebih dikenal dengan Gregor Mendel. Berkat Mendel, ketika seorang anak berambut keriting seperti ayahnya, bisa diterangkan secara ilmiah.

Penemuan Mendel tidak begitu saja diterima karena jauh lebih maju dari zamannya. Apalagi Mendel bukanlah cendekiawan atau ilmuwan, meski memiliki latar belakang pendidikan ilmu alam. Namun Mendel melakukan percobaan selayaknya seorang peneliti ilmiah.

Bapak Genetika adalah Gregor Mendel

Ilustrasi bapak genetika. Sumber: unsplash.com/DerekSutton.

Dikutip dari Genetika: Belajar Genetika dengan Mudah dan Komprehensif, Elya Nusantari (2015:110), bapak genetika adalah J.G. Mendel karena merupakan orang pertama yang menjelaskan mekanisme pewarisan sifat menurun melalui eksperimen genetika.

Mendel berhasil membuktikan bahwa pemindahan sifat merupakan pola yang dapat diperkirakan. Pembuktian itu dilakukan dengan menyilangkan tanaman ercis (sejenis kacang polong) berbiji bulat dengan tanaman ercis berbiji keriput.

Berikut adalah beberapa catatan penting dari percobaan Mendel.

1. Hipotesis Mendel

Mendel membangun hipotesis percobaan persilangan tanaman ercis sebagai berikut:

  1. Ciri-ciri yang berlawanan pada tanaman ercis, seperti biji bulat dan biji keriput, ditentukan oleh unit karakter atau faktor-faktor yagn diturunkan diturunkan oleh induk kepada keturunan melalui gamet.

  2. Tiap tanaman ercis memiliki dua faktor, yaitu faktor yang diwarisi dari induk jantan dan faktor yang diwarisi dari induk betina.

Unit karakter atau faktor-faktor itulah yang sekarang dikenal sebagai gen.

2. Hukum Mendel I

Hipotesis yang dikemukakan Mendel di atas menghasilkan hukum pemisahan atau hukum segregasi, yang juga dikenal dengan Hukum Mendel I.

Secara garis besar, Hukum Mendel I mengemukakan bahwa:

  1. Konsep alel yang menyatakan bahwa gen dapat menghasilkan variasi karakter.

  2. Setiap individu memiliki sepasang gen, satu dari induk jantan dan satu dari induk betina.

  3. Sepasang gen yang dimiliki suatu individu merupakan alel yang berbeda, yaitu alel dominan dan alel resesif. Alel dominan akan terekspresikan, sedangkan alel resesif yang tidak terekspresikan akan tetap diwariskan.

3. Hukum Mendel II

Hukum Mendel II disebut juga hukum berpasangan secara bebas (independent assortment) atau hukum pilihan bebas.

Hukum Mendel II berbunyi, faktor-faktor yang karakter-karakter yang berbeda diwariskan secara bebas satu dengan yang lain.

Dengan kata lain, alel dengan sifat gen yang berbeda tidak saling memengaruhi. Contohnya, tinggi tanaman tidak memengaruhi warna bunga.

Baca juga: Perbedaan Kromosom, DNA dan Gen yang Perlu Diketahui

Bapak genetika adalah julukan yang pantas disandang Mendel atas penelitian yang dilakukan dengan penuh kesabaran itu. Perlu waktu 40 tahun setelah penemuan bagi para ilmuwan untuk menyadari pentingnya hasil penelitian Mendel tersebut. (lus)