Hadits tentang Puasa Syawal dan Keutamaannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan. Dalam ketentuannya, terdapat beberapa hadist tentang puasa Syawal yang menjadi landasan dalam menunaikan amalan tersebut. Hal ini perlu didalami agar umat muslim dapat memahami syariat pelaksanaannya.
Puasa Syawal termasuk salah satu amalan sunah yang dapat dikerjakan oleh setiap muslim. Terdapat beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi sebelum menjalankan ibadah ini, antara lain Islam, baligh, mukalaf, dan berakal.
Hadits tentang Puasa Syawal yang Wajib Dipahami Umat Muslim
Berdasarkan buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan, Ceceng Salamudin, M.Ag, (2012: 138), Syawal adalah bulan kesepuluh dalam tahun Hijriah. Dalam bulan tersebut terdapat banyak amalan kebaikan yang dapat dikerjakan, salah satunya, yaitu berupa puasa Syawal.
Pelaksanaan puasa Syawal didasari oleh dalil-dalil yang bersumber dari hadis. Berdasarkan tingkatannya, hadist tentang puasa Syawal telah teruji sahih sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan bagi umat Islam.
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini merupakan tiga hadis mengenai puasa Syawal yang dapat dipelajari.
1. Hadis Riwayat Muslim
عن عمر بن الخطاب وأبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صوم يوم الفطر ويوم الأضحى
Terjemahan: " Nabi Muhammad saw melarang berpuasa pada dua hari raya, yaitu Idulfitri dan Iduladha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah)" (HR. Muslim).
2. Hadis Riwayat Ibnu Majah
عن ثوبان عن رسول اللہ ﷺ أنه قال : من صام رمضان وستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها
Terjemahan: “ Barangsiapa yang berpuasa satu bulan Ramadan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idulfitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan” (HR. Ibnu Majah).
3. Hadis Riwayat Muslim
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْر
Terjemahan: “ Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim).
Keutamaan Puasa Syawal
Setelah mengetahui hadits tentang puasa Syawal, untuk lebih memahami keistimewaannya, berikut ini merupakan keutamaan puasa Syawal yang menarik untuk diketahui.
1. Menyempurnakan Puasa Ramadan
Puasa Syawal memiliki hikmah yang luar biasa, yaitu dapat menjadi penyempurna puasa Ramadan. Dengan ini, umat muslim dapat memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah Swt.
2. Pahala Berlipat Ganda
Menjalankan puasa Syawal dapat memperoleh pahala yang berlipat ganda. Tentunya hal tersebut merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan kebaikan.
3. Bentuk Konsistensi Beribadah
Di bulan Ramadan, masyarakat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amal ibadah. Maka dari itu, puasa Syawal dapat digunakan sebagai sarana untuk melatih diri agar istikamah dalam menjalankan perintah Allah Swt. Konsistensi tersebut merupakan bentuk kesungguhan setiap hamba untuk memperoleh rida-Nya.
Itu tadi hadist tentang puasa Syawal yang sahih. Semoga informasi di atas dapat memperluas wawasan umat muslim terkait kemuliaan dalam mengerjakannya ibadah puasa sunah. (Riyana)
Baca Juga: Kapan Lebaran Ketupat 2025? Ini Penjelasan dan Tanggalnya
