Konten dari Pengguna

Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning? Sumber: pixabay/ sasint
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning? Sumber: pixabay/ sasint

Metode pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan seperti sekolah maupun kampus banyak jenisnya. Salah satunya yaitu experiental learning. Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning?

Experiential learning menekankan pada pengalaman. Jadi, metode tersebut akan mendorong para pembelajar untuk mengalami sendiri pengalaman belajar sesuai topik yang sedang dipelajari.

3 Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning

Ilustrasi Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning? Sumber: pixabay/ sasint

Mengutip dari Jurnal Pembelajaran Prospektif ISSN Print: 2579-3713 | ISSN Online: 2579-5627 karya Gusti Idris, experiential learning merupakan model dari metode pembelajaran yang membuat manusia belajar, tumbuh dan berkembang.

Istilah ini digunakan untuk menunjukkan bahwa pengalaman memiliki peran penting dalam proses belajar yang membedakan metodenya dengan teori pembelajaran kognitif ataupun behaviorisme.

Jadi, hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning? Berikut ini beberapa hal yang penting.

1. Perencanaan yang Matang

Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning yaitu metode ini tidak bisa dilakukan secara spontan tanpa persiapan. Diperlukan perencanaan yang matang agar kegiatan yang dilakukan relevan dengan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran.

Guru perlu merancang aktivitas yang sesuai dengan konteks, waktu, dan kemampuan siswa. Selain itu, logistik, alat bantu, dan risiko yang mungkin muncul juga harus dipertimbangkan sejak awal.

2. Tujuan yang Jelas

Setiap kegiatan dalam experiential learning harus memiliki tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur. Dengan tujuan yang jelas, maka proses belajar akan menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan dampak pembelajaran yang berarti.

Tujuan tersebut harus dijelaskan kepada siswa sejak awal agar siswa dapat memahami mengapa suatu kegiatan dilakukan dan apa yang diharapkan dari kegiatan itu.

3. Peran Guru yang Aktif dan Fleksibel

Guru memegang peran penting sebagai fasilitator dalam experiential learning. Guru akan bertugas memberikan instruksi, membimbing siswa dalam proses refleksi dan pengambilan makna dari pengalaman yang telah dijalani.

Guru harus mampu membaca dinamika kelompok, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis.

Dengan memperhatikan tiga hal di atas, experiential learning dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran semacam akan membuat siswa mampi memperkaya pengetahuan serta melatih keterampilan sosial, pemecahan masalah, dan kemandirian siswa dalam belajar.

Jadi, hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning? Jawabannya yaitu perencanaan yang matang, tujuan yang jelas, serta peran guru sebagai fasilitator. (IMA)

Baca juga: Mengenal Konsep Belajar Meaningful Learning dan Penerapannya