Hubungan Antara Gaya Belajar dan Tahapan Dalam Model Kolb? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa hubungan antara gaya belajar dan tahapan dalam model Kolb? Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki cara tersendiri dalam menanggapi berbagai hal, termasuk dalam konteks pendidikan.
Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, setiap siswa kerap kali menunjukkan perbedaan dalam cara siswa menyerap dan merespons materi yang disampaikan. Perbedaan inilah yang kemudian disebut dengan istilah gaya belajar dalam kegiatan pembelajaran.
Hubungan antara Gaya Belajar dan Tahapan dalam Model Kolb? Cari Tahu di Sini
Dikutip dari buku Gaya Belajar, Asnawi dkk (2023: 5), gaya belajar ditentukan bedasarkan metode pembelajaran dan faktor pribadi siswa. Ketika siswa tidak belajar dengan cara yang sesuai dengan preferensinya, maka kemungkinan akan ada hambatan.
Hambatan dalam memahami materi akan berdampak pada pencapaian hasil belajar yang kurang maksimal. Oleh karena itu, memahami gaya belajar menjadi hal yang penting untuk dipahami. Tujuannya sudah pasti agar proses pembelajaran bisa berjalan lebih efektif dan efisien.
Namun, masih banyak siswa yang belum mengetahui gaya belajarnya sendiri. Padahal pemahaman akan gaya belajar pribadi dapat membantu setiap siswa sebagai individu dalam mengoptimalkan cara belajarnya.
Rendahnya hasil belajar sering kali berkaitan dengan ketidaksesuaian antara metode belajar yang digunakan dengan gaya belajar siswa. Adapun salah satu gaya untuk mengenali dan memfasilitasi gaya belajar siswa adalah model Kolb.
Hubungan antara gaya belajar dan tahapan dalam model Kolb? Secara umum, model Kolb menunjukkan adanya hubungan yang erat dan bermakna antara gaya belajar dan hasil belajar siswa.
Model ini memberi pengaruh positif dalam meningkatkan performa akademik siswa. Selain itu, gaya belajar ini menekankan pada bagaimana memperoleh dan mengolah informasi lingkungan, dengan fokus pada pola sikap dan perilaku belajar.
David Kolb mengidentifikasi empat tahapan utama. Mulai dari Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, dan Active Experimentation. Gabungan dari keempat tahapan tersebut nantinya akan membentuk empat tipe gaya belajar.
Mulai dari diverger, assimilator, converger, dan accommodator. Masing-masing dari tipe ini mencerminkan preferensi belajar individu yang berbeda-beda.
Itulah jawaban atas pertanyaan, "Hubungan antara gaya belajar dan tahapan dalam model Kolb?". Semoga para siswa lekas menemukan gaya belajarnya yang tepat. (Msr)
Baca juga: Alasan Guru Mempertimbangkan Kebutuhan Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran
