Hubungan antara Kerajaan Ternate dan Tidore dengan Tokoh-tokoh Ulama Gresik

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terjadinya hubungan antara kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama di Gresik disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, yaitu disebabkan oleh Sultan Ternate yang bernama Sultan Zainal Abidin yang belajar agama Islam ke daerah Gresik.
Kedua kerajaan tersebut merupakan kerajaan Islam yang terdapat pada Kepulauan Maluku. Agama Islam yang telah dianut oleh kerajaan tersebut dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Jawa dan Malaka. Hal tersebut juga menjadi faktor terjadinya hubungan dengan tokoh ulama di Gresik.
Penyebab Terjadinya Hubungan antara Kerajaan Ternate dan Tidore dengan Tokoh-tokoh Ulama Gresik
Mengutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia, Marwati (2019:75), terjadinya hubungan antara kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama gresik disebabkan oleh adanya hubungan perdagangan antara Maluku dengan Gresik. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kapal-kapal dari Gresik yang mendatangi Maluku, terutama daerah Ternate dan Tidore.
Keadaan tersebut yang menyebabkan agama Islam masuk dalam lingkungan Kerajaan Ternate dan Tidore, serta terdapat seorang Sultan Ternate bernama Zainul Abidin yang datang ke Jawa tepatnya daerah Gresik untuk belajar ajaran agama Islam.
Untuk lebih memahaminya, berikut adalah penjelasan beberapa fakor terjadinya hubungan antara kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh ulama Gresik.
1. Sultan Ternate Belajar Agama Islam ke Gresik
Terjalinnya hubungan Kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh ulama di Gresik, diawali dengan Sultan Zainal Abidin yang menempuh ilmu agama Islam di Sekolah Tinggi Islam di daerah Gresik.
Di mana pemimpin dari sekolah tinggi tersebut, yaitu Sunan Giri yang termasuk dalam Walisongo sebagai tokoh penyebar agama Islam. Jangka waktu yang ditempuh Sultan Zainal Abidin untuk menimba ilmu agama Islam selama 3 bulan.
Ketika belajar di Gresik, Sultan Zainal Abidin bertemu dengan pimpinan Hitu, yaitu Pati Tuban atau Pati Puteh. Sehingga mereka menjalin sebuah persahabatan dan mempunyai tujuan untuk membentuk persekutian Hitu-Ternate.
Selain itu, juga menjalin persahabatan dengan beberapa orang Jawa yang mempunyai pengaruh besar dan kekuasaan dalam bidang agama.
2. Penyebaran Agama Islam di Maluku
Ketika Sultan Zainal Abidin kembali dari Jawa untuk belajar agama Islam menuju Maluku, beliau sempat bersinggah ke Makassar dan Ambon. Hal tersebut dilakukan untuk membangun sebuah persahabatan dengan tokoh penting di sana.
Beliau juga melakukan perekrutan guru agama dari Jawa untuk dibawa ke Maluku. Tujuan dari perekrutan tersebut yaitu, sebagai upaya dalam menyebarkan agama Islam di Maluku. Beberapa ulama yang dibawa ke Maluku diangkat menjadi mubalig, guru agama, serta imam di Maluku.
Sehingga menjadikan ajaran agama Islam yang telah dibawa oleh Sultan Zainal Abidin semakin menyebar di Maluku, termasuk pada wilayah Ternate dan Tidore.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Kerajaan Majapahit Singkat beserta Raja-rajanya
Secara umum, terjadinya hubungan antara kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama Gresik disebabkan oleh 2 hal, yaitu di mulai Sultan Ternate belajar agama Islam ke Gresik dan selanjutnya melakukan penyebaran agama Islam di Maluku termasuk wilayah Ternate dan Tidore. (PAM)
