Konten dari Pengguna

Hubungan antara Perdagangan dengan Masuknya Hindu-Budha dan Islam ke Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masuknya Hindu-Budha dan Islam ke Indonesia. Sumber: Pixabay / Adlerauge
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masuknya Hindu-Budha dan Islam ke Indonesia. Sumber: Pixabay / Adlerauge

Masuknya agama Hindu, Budha, dan Islam ke Indonesia, bermula dari hubungan perdagangan yang terjadi di masa lalu. Bagaimanakah hubungan antara kegiatan perdagangan dengan masuknya Hindu, Budha, dan Islam ke Indonesia?

Berdasarkan catatan sejarah dan peninggalan-peninggalan yang berhasil ditemukan, diketahui bahwa Selat Malaka merupakan pintu penyebaran agama Hindu, Budha, dan Islam, di Indonesia.

Bagaimanakah Hubungan antara Kegiatan Perdagangan dengan Masuknya Hindu, Budha, dan Islam ke Indonesia?

Ilustrasi masuknya Hindu-Budha dan Islam ke Indonesia. Sumber: Pixabay / milivigerova

Masuknya agama Hindu, Budha, dan Islam tidak terjadi secara bersamaan. Ada yang mengatakan bahwa agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia sejak abad ke-2 M, ada pula yang berpendapat masuknya agama Hindu-Budha terjadi pada abad ke-3 M.

Pendapat mengenai masuknya agama Islam ke Indonesia pun berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 sampai 15 M. Namun, ada pula yang berpendapat masuknya Islam ke Indonesia terjadi pada abad ke-7 M.

Memang, ada beberapa teori yang melandasi pendapat-pendapat tersebut. Lantas, bagaimanakah hubungan antara kegiatan perdagangan dengan masuknya Hindu, Budha dan Islam ke indonesia?

Pada masa lalu, dalam perdagangan internasional, dikenal sebutan Jalur Sutra. Disebut Jalur Sutra karena komoditas perdagangan dari Cina yang banyak berupa sutra.

Mengutip buku Sejarah SMA/MA Kls XI-IPA, A. Ferry T. Indratno, dkk, (halaman 8), Jalur Sutra merupakan jalan darat yang menghubungkan Negeri Cina ke Laut Mediterania melalui Asia Tengah dan Turkestan.

Pada saat itu, Selat Malaka yang terletak di antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia ini menjadi jalur pelayaran yang paling penting bagi China dan negara barat, sebab letaknya yang sangat strategis.

Selat Malaka juga menjadi pelabuhan yang mengubungkan kerjasama dagang Indonesia dengan negara lain. Karena itulah, Selat Malaka juga menjadi bagian dari jalur sutra.

Dari berbagai aktivitas perdagangan yang terjadi di sana, Selat Malaka pun sering menjadi tempat persinggahan, seperti saat menurunkan atau menaikkan barang dagangan, menunggu cuaca baik untuk berlayar, dan lain-lain.

Hal ini memberikan peluang bagi orang-orang yang ada di sana untuk menjalin interaksi. Sehingga, terjadi pencampuran antara budaya yang satu dengan budaya lainnya, dan memengaruhi kehidupan bermasyarakat.

Berbagai percampuran budaya yang terjadi, antara lain:

  1. Amalgamasi, yaitu percampuran atau peleburan dua budaya menjadi satu dengan ikatan pernikahan. Sehingga dua budaya menjadi satu rumpun.

  2. Akulturasi, yaitu percampuran dua budaya dengan meyesuaikan atau masih memiliki ciri-ciri masing-masing budaya.

  3. Asimilasi, yaitu dua budaya yang berbeda menyatu dan membentuk budaya baru.

Baca juga: 6 Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Budha

Demikianlah penjelasan mengenai bagaimanakah hubungan antara kegiatan perdagangan dengan masuknya Hindu, Budha, dan Islam ke Indonesia. Semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan. (ARN)