Hukum Privat: Definisi, Jenis, Contoh, dan Sanksi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum privat adalah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain, yang menitikberatkan kepentingan perorangan. Segala hak dan kewajiban perorangan di dalam masyarakat diatur oleh hukum privat.
Subjek dalam hukum privat juga memiliki kedudukan yang sejajar. Hukum privat berperan sebagai pelengkap dan sifatnya tidak selalu memaksa seperti hukum publik.
Beberapa hukum yang termasuk hukum privat adalah hukum keluarga, hukum benda, hukum perikatan, hukum waris, serta hukum dagang. Pelaksanaan hukum ini diserahkan kepada masing-masing individu.
Jenis Hukum Privat
Berdasarkan jurnal berjudul Perbedaan Badan Hukum Publik Dan Badan Hukum Privat (2019) dalam Jurnal Komunikasi Hukum, hukum privat terbagi menjadi dua jenis, yaitu hukum perdata dan hukum perniagaan. Berikut ini adakah ulasannya.
1. Hukum Perdata
Hukum perdata adalah hukum yang berfokus pada kepentingan perseorangan yang mengatur hubungan seseorang dengan orang lain. Ada dua jenis hukum perdata: yang tertulis dan yang tidak tertulis.
Hukum waris dan hukum perkawinan termasuk dalam hukum perdata tertulis. Sementara hukum adat termasuk dalam hukum perdata tidak tertulis.
2. Hukum Perniagaan
Hukum perniagaan adalah hukum yang mengatur individu dalam berdagang. Contohnya adalah hukum dalam mendirikan usaha, hukum jual beli, maupun hukum utang piutang.
Contoh dan Sanksi Hukum Privat
Berikut ini adalah contoh kasus yang diselesaikan menggunakan hukum privat.
Seorang artis bercerai dengan istrinya. Mereka memiliki 3 orang anak. Sebagai seorang ayah, artis tersebut tetap berkewajiban untuk menafkahi anak mereka. Kemudian mereka membuat sebuah perjanjian dan kesepakatan bersama.
Seorang selebriti berinisial “A” merasa nama baiknya dicemarkan oleh selebriti “B”. Kemudian “A” membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Selebriti “A” bermaksud untuk memberikan efek jera dan sebagai preventif supaya hal tersebut tidak terulang kembali.
Seseorang melakukan tindak pencurian smartphone karena terpaksa. Orang tersebut tidak mampu membelikan smartphone untuk anaknya bersekolah secara daring di masa pandemi. Karena rasa belas kasihan, korban tidak melanjutkan proses hukum yang seharusnya. Pelaku berjanji untuk tidak melakukan pencurian lagi dan mereka berakhir damai.
Salah satu contoh hukum privat yang disepakati bersama secara tidak langsung adalah ketentuan untuk tidak merokok di dalam ruangan.
Bagaimana dengan sanksi hukum privat?
Sanksi untuk hukum privat akan berbeda dan bergantung atas kondisi dan situasi. Beberapa contoh sanksi yang biasa diberikan adalah mengganti sejumlah uang senilai kerugian yang ditimbulkan atau pun dengan melakukan pelayanan masyarakat.
Baca juga: Hukum Tata Negara: Pilar Keberlanjutan Demokrasi dan Pemerintahan yang Baik
Itulah ulasan mengenai hukum privat yang mencakup definisi, jenis, contoh, serta sanksi yang diperoleh. Semoga bermanfaat.
(REY)
