Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Hukum Tidak Memaafkan saat Lebaran, Umat Muslim Wajib Tahu!
1 April 2025 14:43 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Lebaran menjadi salah satu momentum bagi umat Muslim untuk saling bermaaf-maafan. Sebab, memaafkan kesalahan orang lain utamanya sesama saudara muslim sangat dianjurkan dalam Islam. Lantas bagaimana hukum tidak memaafkan saat Lebaran?
ADVERTISEMENT
Saling memaafkan di hari Lebaran merupakan wujud pencapaian dari ibadah puasa. Umumnya, seseorang akan mengucapkan, "Mohon maaf lahir dan batin," sebagai tanda ketulusan dalam memperbaiki hubungan dan menghapus kesalahan masa lalu.
Hukum Tidak Memaafkan saat Lebaran
Memaafkan merupakan salah satu sifat Allah Swt yang masuk dalam Asmaul Husna yaitu Al-Afuww yang artinya Maha Pemaaf. Allah Swt memafkan segala kesalahan semua umat-Nya. Sehingga manusia yang memiliki sifat tersebut merupakan satu hal yang sangat mulia.
Dikutip dalam buku Intisari Materi Dakwah oleh Arif Iskandar, M.Pd. (2025:21), karakteristik para penghuni surga dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 133 yang berbunyi:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
ADVERTISEMENT
Artinya: "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,"
Dari ayat di atas salah satu penghuni surga yaitu orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Orang seperti ini adalah orang yang tidak memiliki sifat dendam. Orang yang tidak dendam berarti telah mencontoh dan melaksanakan perintah Allah Swt dan Rasulullah saw.
Selain itu dalam HR At Thabrani yang berbunyi
اسمحوا يسمح لكم
Artinya: "Maafkanlah, niscaya kamu akan dimaafkan (oleh Allah)."
Namun bagaimana jika terdapat seseorang yang tidak mau memaafkan orang lain saat Lebaran? Padahal Lebaran merupakan kesempatan untuk saling bermaafan untuk menebus kesalahan masa lalu dan memperbaiki hubungan yang lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
Hukum tidak memaafkan saat Lebaran yaitu tindakan yang tidak dianjurkan dan dapat merugikan diri sendiri. Sementara orang kedua yang tidak mau memaafkan akan mendapatkan azab, tidak diterima amalnya, dan bahkan ditempatkan di neraka.
Tidak mau memaafkan saat Lebaran menjadi tanda bahwa puasa seseorang dinyatakan gagal. Karena, keberhasilan puasa seseorang dapat dilihat dari meningkatnya ketakwaan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan.
Di antara tanda-tanda ketakwaan adalah kemampuan seseorang menahan emosi dan memberikan maaf kepada sesama manusia. Dengan demikian, memaafkan saat Lebaran bukan sekadar tradisi, tetapi juga bukti nyata dari keberhasilan seseorang dalam berpuasa.
Dengan mengetahui hukum tidak memaafkan saat Lebaran, semoga semakin tahu pentingnya bermaaf-maafan. Buang segala rasa dendam. Dengan begitu, Allah Swt akan memberikan ampunan atas segala dosa-dosa yang pernah dibuat. (MRZ)
ADVERTISEMENT