Informasi dalam Teks Laporan Hasil Observasi Berisi Apa? Ini Jawabannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks laporan hasil observasi merupakan salah satu bentuk teks nonsastra. Dalam hal ini, muatan informasi dalam teks laporan hasil observasi berisi konteks yang bersifat faktual.
Teks laporan hasil observasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan ragam teks lainnya. Beberapa ciri-cirinya antara lain banyak menggunakan kopula, kata kerja material, dan memakai istilah teknis atau ilmiah yang berkaitan dengan objek observasi.
Informasi dalam Teks Laporan Hasil Observasi Berisi Apa? Ini Penjelasannya
Berdasarkan buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X, Tim Ganesha Operation, (2016: 3), pengertian teks laporan hasil observasi adalah teks yang digunakan untuk menyampaikan hasil observasi terhadap objek atau fenomena, yang didasari oleh hasil pengamatan secara langsung atau melalui hasil pengamatan orang lain.
Adapun informasi dalam teks laporan hasil observasi berisi fakta-fakta dan data yang dipaparkan dengan jelas dan detail. Seperti halnya informasi tentang peristiwa alam, kehidupan, perilaku manusia, dan sejenisnya
Dalam penyajiannya, fakta tersebut harus disusun berdasarkan analisis sistematis. Untuk langkah-langkah penulisannya meliputi pemilihan objek, penentuan judul, menulis klasifikasi, dan menjabarkan deskripsi objek.
Agar pembaca lebih memahami bentuk penyusunnya, berikut merupakan contoh teks laporan hasil observasi yang berisi fakta tentang suatu objek yang menarik untuk dikulik lebih mendalam menurut Buku Ajar Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Tingkat Dasar, Asyhari Dwi Rukmana, dkk, (2020: 20).
Hiu Paus (Whale Shark)
Hiu Paus atau whale shark (Rhincodon typus) merupakan ikan hiu terbesar dan ikan terbesar di dunia. Hiu ini disebut hiu paus karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan bentuk kepalanya tumpul mirip paus. Namun ikan ini tidak dikelompokkan dalam jenis paus.
Panjangnya bisa mencapai 14 meter dengan berat 15 ton. Ukuran rata-ratanya sekitar 7,6 m. Hiu paus memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter. Mulutnya berada di ujung moncongnya, bukan pada bagian bawah kepala seperti ikan hiu pada umumnya. Ia memiliki kepala, lebar datar, moncong bulat, mata kecil, 5 celah insang yang sangat besar, dua sirip punggung, dan dua sirip dada (di sisi-sisinya).
Hiu paus memiliki 3.000 gigi yang sangat kecil tetapi jarang digunakan. Hiu paus menyaring makanan (filter feeder) menggunakan insangnya yang besar. Hiu paus memiliki warna tubuh dengan corak khas yaitu berbintik dan bergaris kuning muda dengan pola acak pada kulitnya yang berwarna abu-abu tua.
Kulitnya sangat tebal mencapai 10 cm. Ekornya memiliki sirip bagian atas jauh lebih besar daripada sirip-sirip bagian bawah. Meskipun ikan ini namanya hiu paus, namun ikan ini tidak menakutkan karena makanan utamanya adalah plankton.
Ikan ini makan dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Disebut pula dengan nama hiu tutul merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit.
Ikan ini dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai. Namun. Menghabiskan lebih banyak hidupnya di dekat permukaan air. Hal tersebut berkaitan erat dengan makanannya yaitu plankton dan biota kecil lainnya yang berada di permukaan.
Hiu Paus merupakan hewan yang soliter, sehingga sangat jarang ditemukan dalam kumpulan yang besar. Hiu paus mempunyai persebaran yang luas dan hidup di perairan panas di lintang 30-40 derajat (daerah Equator).
Jadi, informasi dalam teks laporan hasil observasi berisi data dan fakta yang sebenarnya (faktual). Dengan demikian, konteks di dalamnya dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan dasar keilmuannya secara ilmiah. (Riyana)
Baca Juga: 2 Contoh Teks Observasi Singkat dalam Bahasa Indonesia beserta Strukturnya
