Intropeksi: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Introspeksi artinya tindakan melihat ke dalam diri sendiri untuk merenungkan pikiran, emosi, dan ingatannya. Setiap orang perlu melakukan introspeksi diri agar sudut pandangnya mengenai harga dirinya dan orang sekitar dapat berubah.
Introspeksi diri adalah cara berpikir di mana seseorang mengamati dan merenungkan berbagai aspek diri dan keberadaan diri. Introspeksi diri bermanfaat untuk kesehatan mental dan kesejahteraan diri.
Pengertian Intropeksi
Mengutip dari buku Pedoman dan -Penyusunan Pengembangan Diri Bagi Guru, Adi Suprayitno, 2019, intropeksi adalah renungan atas pikiran dan perasaan diri sendiri, mereka yang sudah dapat masuk ke dalam kondisi tenang dan bebas dari energi negatif akan mampu menyadari kesalahannya.
Introspeksi diri merupakan istilah dari bahasa Inggris, “introspection” yang memiliki arti sendiri-sendiri. Secara umum, istilah ini mengacu pada kegiatan memeriksa atau mengintrospeksi diri secara sistematis.
Kegiatan ini penting untuk dipelajari oleh setiap individu karena dengan introspeksi diri, kita akan lebih mengenal diri sendiri. Selain itu, introspeksi diri juga membantu kita untuk belajar mengontrol emosi dan perilaku kita sehari-hari.
Manfaat Intropeksi
Tujuan dari introspeksi diri adalah menilai diri sendiri secara jujur tanpa perlu berpura-pura, membela diri, atau bahkan menyalahkan diri terhadap apa yang sudah terjadi. Manfaat introspeksi diri ada beragam, di antaranya adalah sebagai berikut.
Lebih mengenal dan menghargai diri sendiri
Memahami makna dari sebuah kejadian dengan lebih baik
Lebih bijak dalam menyelesaikan masalah
Memiliki kehidupan yang lebih baik karena lebih bisa mengontrol diri
Memiliki pembawaan yang lebih baik
Lebih berempati dan toleran
Lebih bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Lebih bisa menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan orang lain
Baca Juga: Pengertian Irasional dan Perbedaan dengan Rasional
Cara Melakukan Intropeksi
Membiasakan introspeksi diri bukan hal yang mudah dilakukan. Jika belum terbiasa, boleh memulainya dengan perlahan. Berikut beberapa cara introspeksi diri yang dapat diterapkan.
1. Bertanya pada Diri Sendiri
Membuat daftar pertanyaan kepada diri sendiri adalah langkah awal yang tepat untuk bisa mengembangkan karier dan kehidupan sosial. Tanyakan beberapa pertanyaan seperti
Apa yang dimau
Hal apa yang kurang disukai
Apa hal yang dihindari dan alasannya
Apa goal masa depan yang harus dipersiapkan dari sekarang
Apa yang kamu tidak sukai dari perilaku orang lain terhadapmu dan alasannya
Kontribusi apa yang menurut kamu kurang di tempat kerja
Hal apa yang kamu inginkan dari orang lain di tempat kerja
2. Mengidentifikasi Penyebab
Setelah mengerti pokok masalahnya, coba gali lagi pikiran lebih dalam dengan bertanya mengapa merasakan atau melakukan hal tersebut.
Ini bisa menyita waktu yang cukup lama, karena akar dari sebuah masalah bisa saja sudah terjadi sejak lama dan terpendam dalam pikiran.
3. Menurunkan Ego
Jika memang sedang terjadi keadaan kurang menyenangkan antara pengguna dan rekan kerja, cobalah menurunkan ego. Jika terjadi masalah, maka bisa diterapkan teknik ambil napas dan buang napas secara berkala.
Tenangkan diri dahulu untuk memahami keadaan lebih baik. Lalu renungkan pertanyaan ini, “Dia memang salah sudah melakukan itu, tapi apakah aku sendiri tidak memiliki kesalahan juga?”
4. Berdamai dengan Diri Sendiri
Saat introspeksi diri, cobalah untuk memaafkan diri sendiri terhadap kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu atau kekurangan yang di miliki. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri tentang apa yang sudah terjadi. Pengguna hanya perlu lebih berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Itulah pengertian, manfaat, dan cara melakukan intropeksi agar lebih baik dan tidak ikut menjadi diri yang negatif. Dengan introspeksi diri, pengguna akan menjadi lebih sadar akan kekuatan, potensi, dan keterbatasan. (Abie)
