Konten dari Pengguna

Jangka Sorong Memiliki Ketelitian Seperti Apa? Ini Jawaban dan Cara Pakainya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jangka Sorong Memiliki Ketelitian Seperti Apa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ag Pic
zoom-in-whitePerbesar
Jangka Sorong Memiliki Ketelitian Seperti Apa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ag Pic

Jangka sorong memiliki ketelitian yang tinggi. Jangka sorong adalah alat ukur yang sangat penting dalam dunia teknik dan industri karena kemampuannya untuk mengukur dimensi dengan sangat presisi.

Alat ini terdiri dari dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang geser, yang dapat digunakan untuk mengukur panjang, diameter, kedalaman, dan dimensi lainnya. Salah satu keunggulan utama jangka sorong adalah ketelitiannya yang tinggi.

Jangka Sorong Memiliki Ketelitian Seperti Apa?

Jangka Sorong Memiliki Ketelitian Seperti Apa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Amir Balam

Jangka sorong memiliki ketelitian yang tinggi. Jangka sorong memungkinkan pengukuran dilakukan dengan tingkat akurasi yang sangat baik. Ketelitian jangka sorong dapat mencapai 0,01 mm atau 0,02 mm, tergantung pada jenis dan kualitas alat tersebut.

Dikutip dari buku Rangkuman Fisika, Kinkin Suartini (2010: 18), ketelitian ini merujuk pada seberapa dekat hasil pengukuran yang dihasilkan oleh jangka sorong dengan nilai sebenarnya dari objek yang diukur. Ketelitian ini penting dalam berbagai aplikasi.

Terutama dalam pembuatan komponen mesin, industri manufaktur, dan kegiatan penelitian yang memerlukan tingkat akurasi yang tinggi. Jangka sorong terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja sama untuk memberikan pengukuran yang akurat.

Rahang tetap adalah bagian yang tidak bergerak. Sementara rahang geser dapat digerakkan sepanjang skala utama untuk menentukan ukuran objek.

Pada rahang geser terdapat skala nonius, yang merupakan skala tambahan untuk meningkatkan ketelitian pengukuran. Skala nonius ini memungkinkan pembacaan pengukuran hingga ketelitian 0,01 mm atau 0,02 mm.

Jangka sorong juga dilengkapi dengan depth gauge atau pengukur kedalaman, yang memungkinkan pengukuran kedalaman lubang atau celah. Dengan adanya komponen ini, jangka sorong menjadi alat ukur yang serbaguna dan dapat digunakan di berbagai jenis pengukuran.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Jangka Sorong Memiliki Ketelitian Seperti Apa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Steve PB

Ketelitian jangka sorong sangat berpengaruh dalam berbagai bidang, terutama dalam manufaktur dan industri. Ketelitian pengukuran sangat penting untuk memastikan bahwa setiap bagian sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Kesalahan dalam pengukuran dapat menyebabkan produk akhir tidak berfungsi dengan baik atau bahkan gagal beroperasi. Selain itu, dalam penelitian ilmiah, ketelitian pengukuran juga sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat diandalkan.

Oleh karena itu, jangka sorong sering digunakan dalam laboratorium penelitian untuk mengukur sampel dengan presisi tinggi. Berikut cara menggunakan jangka sorong.

1. Memeriksa Kondisi Jangka Sorong

  • Pastikan jangka sorong dalam kondisi bersih dan bebas dari debu atau kotoran yang dapat mempengaruhi pengukuran.

  • Periksa apakah rahang tetap dan rahang geser berada pada posisi nol ketika rapat. Jika tidak, lakukan kalibrasi terlebih dahulu.

2. Mengukur Panjang atau Diameter Luar

  • Buka rahang jangka sorong dengan menggeser rahang geser.

  • Tempatkan objek yang akan diukur di antara rahang tetap dan rahang geser.

  • Geser rahang geser hingga rapat dengan objek tanpa memberikan tekanan berlebihan.

  • Baca nilai pada skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.

3. Mengukur Diameter Dalam

  • Gunakan bagian dalam rahang jangka sorong yang lebih kecil.

  • Masukkan kedua ujung rahang dalam ke dalam objek yang akan diukur, seperti lubang atau celah.

  • Buka rahang geser hingga kedua ujung rahang dalam menyentuh dinding bagian dalam objek dengan lembut.

  • Baca hasil pengukuran dari skala utama dan skala nonius.

4. Mengukur Kedalaman

  • Gunakan depth gauge atau batang pengukur kedalaman yang terdapat di bagian belakang jangka sorong.

  • Tempatkan ujung depth gauge pada permukaan yang akan diukur, dan geser rahang geser hingga batang depth gauge menyentuh dasar lubang atau celah.

  • Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius.

5. Membaca Skala Utama dan Skala Nonius

  • Skala Utama: Skala utama menunjukkan nilai dalam milimeter (mm). Bacalah angka terakhir pada skala utama yang berada tepat sebelum nol pada skala nonius.

  • Skala Nonius: Skala nonius adalah skala tambahan yang menunjukkan ketelitian lebih tinggi. Cari garis pada skala nonius yang sejajar atau paling dekat dengan garis pada skala utama.

  • Contoh: Jika pada skala utama mendapatkan nilai 10 mm, dan pada skala nonius, garis ke-5 sejajar dengan skala utama, hasil pengukurannya adalah 10 mm + 0,05 mm = 10,05 mm.

6. Mencatat Hasil Pengukuran

Setelah membaca nilai dari skala utama dan skala nonius, catat hasil pengukuran tersebut. Pastikan untuk mencatat nilai yang tepat hingga ketelitian yang sesuai dengan alat yang digunakan.

7. Merawat Jangka Sorong

Setelah selesai menggunakan jangka sorong, bersihkan alat tersebut dan simpan di tempat yang aman untuk menjaga akurasi dan ketelitiannya.

Jangka sorong memiliki ketelitian yang tinggi. Dengan penggunaan yang tepat, alat ini dapat memberikan pengukuran yang sangat akurat, yang pada akhirnya mendukung kualitas produk dan hasil penelitian yang lebih baik. (Msr)

Baca juga: Ketelitian Jangka Sorong, Fungsi dan Cara Menggunakannya