Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Gaya Bahasa dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis-jenis Gaya Bahasa. Sumber: Unsplash/Gülfer ERGİN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis-jenis Gaya Bahasa. Sumber: Unsplash/Gülfer ERGİN

Dalam bahasa, terdapat berbagai jenis gaya bahasa yang dapat digunakan para penulis. Jenis-jenis gaya bahasa memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk mengungkapkan maksud dan tujuan tertentu. Gaya bahasa sering disebut juga sebagai majas.

Hal ini digunakan dalam tulisan untuk menunjukan ciri khas sekolompok penulis sastra mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Semakin banyak kosakata yang dimiliki seseorang penulis, maka akan beragam juga gaya bahasa yang digunakan.

Jenis-Jenis Gaya Bahasa

Ilustrasi Jenis-jenis Gaya Bahasa. Sumber: Unsplash/Clay Banks

Mengutip buku Diksi dan Gaya Bahasa, Georys Keraf (2009:117), gaya bahasa dapat ditinjau dari bermacam-macam sudut pandangan. Gaya bahasa mempersoalkan ketepatan dan kesesuaian dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.

Terdapat gaya bahasa sesuai dengan tujuan pemakaian kata tersebut. Berikut penjelasan dan contohnya.

1. Metafora

Gaya bahasa ini menungkapkan ungkapan kalimatnya dilakukan secara langsung dengan perbandingan secara analogis. Hal ini menggambarkan sifat seseorang melalui benda atau objek tertentu.

Contoh: Kembang desa yang artinya orang yang tercantik di seluruh desa.

2. Personifikasi

Personifikasi adalah gaya bahasa yang berupa perbandingan. Gaya bahasa ini digunakan untuk membuat objek benda mati menjadi memiliki karakter seperti makhluk yang hidup.

Contoh: Bulan mengintip yang artinya bulan menampakkan diri sedikit demi sedikit.

3. Sarkasme

Gaya bahasa ini berupa sindiran yang kasar. Tujuan dari sarkasme dimaksudkan untuk menyindir, menyinggung, bahkan menghina.

Contoh: Melihat muka kau saja aku sudah muak!

4. Asosiasi

Asosiasi adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dua objek berbeda yang dianggap memiliki suatu kesamaan. Cirinya menggunakan kata bagaikan, seperti, dan lain-lain.

Contoh: Wajahnya cantik bagaikan rembulan.

5. Hiperbola

Gaya bahasa ini berupa suatu pernyataan yang melebih-lebihkan suatu kenyataan. Bahasa ini paling umum ditemui di kehidupan sehari-hari.

Contoh: Perasaannya remuk redam melihat kepergian ayahnya.

6. Paradoks

Gaya bahasa yang seolah-olah bertentangan dengan pendapat umum atau kebenaran. Akan tetapi, pada kenyataannya mengandung kebenaran.

Contoh: Mulutnya besar tetapi nyalinya kecil.

7. Retoris

Sebuah gaya bahasa yang seakan-akan bertanya tanpa mengharapkan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Contoh: Lihat ini, apakah kamu tidak punya otak?

Baca Juga: 10 Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia beserta Contohnya

Jadi, jenis-jenis gaya bahasa tersebut dapat digunakan sebagai bahasa penulisan sastra untuk mengungkapkan perasaan atau menciptakan situasi tertentu dalam berbagai sudut pandang. Hal ini menambah keindahan dan ciri khas akan tulisan itu sendiri. (DVA)