Jenis-jenis Imbuhan dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui jenis-jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia sangat penting karena bisa memudahkan seseorang dalam membuat karya tulis ilmiah atau karya sastra. Karena imbuhan bisa memengaruhi keseluruhan makna dari suatu kalimat.
Terdapat 4 jenis imbuhan berdasarkan posisinya yaitu prefiks (awalan), infiks (sisipan), sufiks (akhiran), dan konfiks (awalan akhiran). Imbuhan ini berfungsi untuk mengubah makna dari kata dasarnya.
Jenis-jenis Imbuhan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) imbuhan adalah bubuhan pada kata dasar. Imbuhan ini dapat diletakkan pada awalan, sisipan, dan akhiran dan berguna untuk membentuk kata baru. Imbuhan juga dikenal dengan sebutan afiks.
Dikutip dalam buku Superlengkap Ringkasan Materi 7 in 1 SD/MI Kelas 4, 5, 6 oleh Sri Dewi W, dkk (2022:23) kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses afiksasi. Imbuhan atau afiks adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk menghasilkan suatu kata.
Tidak hanya terdiri dari satu atau dua jenis saja, imbuhan memiliki banyak jenis. Berdasarkan posisinya, jenis-jenis imbuhan yaitu sebagai berikut.
1. Prefiks
Prefiks merupakan imbuhan yang terletak di awal kata, misalnya:
"ber-" memiliki makna seperti menjadi, memiliki, dalam kondisi, jumlah, dan mengeluarkan.
"ke-" memiliki makna tingkatan, seperti kedua, ketiga, dan kelima.
"se-" bisa memiliki makna bilangan, seluruh, melakukan bersama-sama, satu, tanggal, setara, dan waktu.
"pe-" bisa memiliki makna profesi, tindakan, sifat, alat, sebab, satuan hitung, dan kata kerja.
"ter-" bisa memiliki makna paling, sudah, tidak sengaja, mendadak, atau hasil dari sebuah tindakan.
2. Infiks
Infiks merupakan imbuhan yang terletak di tengah kata, misalnya:
"-el-" bisa membentuk makna kata kerja dan kata benda.
"-er-" bisa membentuk makna kata benda.
"-em-" bisa membentuk makna kata sifat.
"-in-" bisa membentuk makna kata kerja.
3. Sufiks
Sufiks merupakan imbuhan yang terletak di akhir kata, misalnya:
"-i" bisa memiliki makna kata kerja.
"-kan" bisa memiliki makna kata kerja, menjadi sesuatu, dan melakukan sesuatu.
"-nya" bisa memiliki makna sesuatu yang telah terjadi, kepemilikan, kondisi yang sedang dilalui, pernyataan, penunjuk, dan tingkatan.
4. Konfiks
Konfiks merupakan imbuhan yang berupa awalan dan akhiran. Imbuhan ini disebut juga dengan imbuhan campuran, misalnya:
"se-nya" bisa bermakna sebagai tingkatan, waktu, atau contoh.
"pe-an" bisa bermakna sebagai cara, tempat, dan alat.
"ber-an" bisa membentuk makna saling dan perbuatan yang dilakukan banyak orang.
Contoh Kata Berimbuhan
Setelah mengetahui penjelasan mengenai jenis imbuhan, ketahui juga dengan contoh kata yang telah diberikan imbuhan agar pembaca tidak bingung dengan penjelasan di atas. Adapun contohnya yaitu:
Prefiks: Berpisah, berteman, berbau, seratus, sebelum, pelajar, penggaris, tercantik, terbawa, pengerat, melamar, tertutup, dibaca, serumah, dan lainnya.
Infiks: Melaju, telapak, kerudung, seruling, gemetar, kemilau, kinerja, sinambung, dan lainnya.
Sufiks: Awali, akhiri, beresi, membersihkan, tuntaskan, jalannya, panaskan, bajunya, lamaran, dan lainnya.
Konfiks: Setibanya, pengiriman, perumahan, berpandangan, berhamburan, perkotaan, seandainya, dan lainnya.
Itulah jenis-jenis imbuhan dan contohnya dalam bahasa Indonesia. Ulasan di atas bisa digunakan pembaca untuk belajar menulis sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). (MRZ)
Baca juga: 12 Contoh Kalimat Imbuhan Pe-an yang Menyatakan Proses
