Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia beserta Ciri-Cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis-Jenis Manusia Purba. Sumber: Pexels/Gratisography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis-Jenis Manusia Purba. Sumber: Pexels/Gratisography

Manusia purba sering juga disebut sebagai manusia fosil. Ditemukannya jenis-jenis manusia purba di Indonesia, ditandai dengan kedatangan peneliti dari Belanda bernama Eugene Dubois dan menemukan jejak manusia purba di Wajak, Tulungagung, dan Kediri.

Setiap jenisnya memiliki nama dan ciri khas masing-masing. Hal ini dapat dilihat dari fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di beberapa wilayah Indonesia.

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Ilustrasi Jenis-Jenis Manusia Purba. Sumber: Pexels/Magda Ehlers

Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia memiliki usia yang sudah tua, hampir sama dengan penemuan manusia purba di negara-negara lain di dunia.

Menurut buku Kehidupan Masyarakat Pada Masa Praaksara, Masa Hindu Budha, dan Masa Islam, Tri Worosetyangsih (2019:14), Indonesia dapat dikatakan mewakili penemuan manusia purba di daratan Asia. Daerah penemuan manusia purba di Indonesia tersebar di beberapa tempat khususnya pulau Jawa.

Berikut jenis-jenis manusia purba yang fosilnya ditemukan di Indonesia

1. Pithecantropus Erectus

Jenis manusia ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1890 di dekat Trinil, desa di pinggir Bengawan Solo. Pithecantropus Erectus artinya manusia-kera yang berjalan tegak. Menurut para ahli kemampuan berpikirnya masih rendah karena memiiki volume otak 900cc.

Ciri-ciri Pithecantropus Erectus:

  • Tulang rahang dan gigi besar dan kuat.

  • Tinggi badan sekitar 165-170cm

  • Berjalan tegak

  • Kening menonjol

  • Tidak berdagu

2. Meganthropus Paleojavanicus

Ditemukan oleh Von Koeningwald 1941. Diduga manusia ini lebih tua daripada Pithecanthropus. Hal ini karena bentuk tubuhnya lebih besar, diperkirakan hidup pada 2 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus:

  • Tubuh kekar

  • Tidak berdagu

  • Rahan dan geraham besar

3. Homo Soloensis

Homo Soloensis ditemukan Von Koenigswald dan Wedenreich di tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong, lembah Bengawan Solo. Makhluk ini lebih tinggi tingkatannya daripada Pithecantropus Erectus, bahkan sudah dapat dikatakan sebagai 'manusia'. Homo Soloensis artinya manusia dari Solo.

Ciri-ciri Homo Soloensis:

  • Volume otak cukup besar mulai dari 1.013-1.251 cc.

  • Tinggi badan berkisar antara 130-210 cm, berat badan 30-150 kg

  • Alat pengunyah menyusut sehingga gigi dan tulang rahang menjadi kecil.

  • Bagian belakang tengkorak telah membulat dan tinggi.

4. Homo Wajakensis atau Homo Sapiens

Homo Wajakensis yang termasuk jenis Homo Sapiens, ditemukan di dekat Wajak, desa yang tak jauh dari Tulungagung Kediri. Manusia ini hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Dari cara hidupnya terlihat sudah mengalami kemajuan, karena mereka telah membuat alat-alat dari batu dan tulang.

Ciri-ciri Homo Wajakensis atau Homo Sapiens:

  • Tinggi tubuh 130-210 cm dan berat badan 30-150 kg.

  • Volume otak sekitar 1.630 cc

  • Muka lebar datar dengan hidung lebar.

  • Mulut dan dahi masih menonjol.

Baca Juga: Jenis-Jenis Manusia Purba Pithecanthropus Beserta Ciri-Cirinya

Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia memiliki perbedaan ciri-ciri fisik dan volume otak. Fosil-fosil dari setiap penemuan menjadi bukti dari peradaban manusia purba.(DVA)