Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Morfem beserta Contohnya yang Wajib Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis morfem beserta contohnya. Sumber: Pixabay/Congerdesign
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis morfem beserta contohnya. Sumber: Pixabay/Congerdesign

Dalam pembentukan kata, tidak terlepas dengan yang namanya morfem. Morfem terdiri dari berbagai jenis. Jenis-jenis morfem dapat dibedakan berdasarkan kebebasannya, keutuhan bentuk, kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata, dan lainnya.

Morfem sendiri merupakan satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna. Kata terkecil menunjukkan bahwasanya, sebuah morfem tidak bisa dibagi menjadi lebih kecil lagi, atau dengan kata lain, jika dipaksa untuk dibagi menjadi kecil, tidak akan mempunyai makna.

Pengertian Morfem

Ilustrasi pengernian morfem. Sumber: Pixabay/Lil_foot_

Morfem adalah unit terkecil dari sebuah kata yang bermakna. Makna itu merupakan cara bagaimana bahasa menyampaikan pesan. selain itu morfem lebih dari sekedar huruf. Ketika sejumlah morfem disatukan menjadi satu bagian kata akan memiliki arti.

Dalm buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia Sekolah Dasar oleh Dr. Fitri Puji Rahmawati, M.Hum., M.Pd., Dini Restiyanti Pratiwi, M.Pd., dan Hari Kusmanto, M.Pd.(2023:70), morfem berasal dari kata morphe yang berarti bentuk dan ema yang berarti mengandung arti.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa morfem merupakan satuan bunyi terkecil yang mengandung makna setara tidak mempunyai bentuk lain sebagai unsur pembentuknya.

Jenis-Jenis Morfem beserta Contohnya

Ilustrasi jenis-jenis morfem beserta contohnya. Sumber: Pixabay/Josealbafotos

Setelah mengetahui pengertian morfem, ketahui juga jenis-jenis morfem berikut ini.

1. Berdasarkan Kebebasannya

Berdasarkan kebebasannya morfem dibagi menjadi dua jenis, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

  • Morfem Bebas

Morfem bebas merupakan morfem yang tidak terikat dengan morfem lain. Morfem ini dapat berdiri sendiri dan dapat digunakan tanpa harus terlebih dahulu menggabungkannya dengan morfem lain. Contoh morfem bebas, yaitu pulang, merah, dan pergi.

  • Morfem Terikat

Morfem terikat merupakan morfem yang harus terlebih dahulu bergabung dengan morfem lain untuk dapat digunakan dalam petuturan. Contoh morfem terikat, yaitu juang, henti, gaul, baur, bugar, renta, dan kerontang.

2. Berdasarkan Keutuhan Bentuk

Berdasarkan keutuhan bentuknya, morfem dibagi menjadi dua jenis, yaitu morfem utuh dan morfem terbagi. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

  • Morfem Utuh

Morfem utuh merupakan morfem yang bagian-bagian pembentuknya bersambungan. Contoh morfem utuh, yaitu meja, kursi, kecil, laut, dan pulpen.

  • Morfem Terbagi

Morfem terbagi adalah morfem yang perwujudannya dalam bentuk morfem di antarai oleh unsur lain. Misalnya, morfem ke-an, morfem tersebut bentuknya tidak utuh atau unsur-unsurnya terpisah.

Di antara ke- dan -an ada unsur lain misalnya unsur "satu" menjadi "kesatuan". Jadi, ke- dan -an pada ke-an adalah satu morfem, meski terpisah. Contoh lainnya adalah kata "perbuatan", terdiri dari satu morfem utuh "buat" dan satu morfem terbagi per- dan an.

3. Berdasarkan Kemungkinan Menjadi Dasar dalam Pembentukan Kata

Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata, morfem dibagi menjadi dua jenis, yaitu morfem dasar dan morfem afiks. Adapun penjelesannya, yaitu

  • Morfem Dasar

Morfem dasar adalah morfem yang dapat menjadi dasar dalam satu proses morfologi. Bisa dikatakan, bahwasanya morfem dasar ini bisa berupa morfem bebas maupun terikat. Contoh morfem dasar, yaitu morfem beli, makan, dan merah.

  • Morfem Afiks

Morfem afiks adalah morfem yang tidak dapat menjadi dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi unsur pembentuk dalam proses afiksasi. Dalam bahasa Indonesia, morfem aifks dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu

  1. Prefiks, yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri bentuk dasar yaitu prefiks ber-, prefiks me-, prefiks per-, prefiks di-, prefiks ter-, prefiks se-, dan prefiks ke-.

  2. Sufiks, yaitu afiks yang dibubuhkan di kanan bentuk dasar, yaitu sufiks –kan, sufiks –I, sufiks –an,dan sufiks –nya.

  3. Infiks, yaitu afiks yang dibubuhkan di tengah kata, biasanya pada suku awal kata, yaitu infiks –el-, infiks –em-, dan infiks –er-.

  4. Konfiks, yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri dan kanan bentuk dasar secara bersamaan karena konfiks ini merupakan satu kesatuan afiks, yaitu konfiks pe-an, dan konfiks se-nya.

  5. Bentuk kata yang berkonfiks, yaitu kata yang dibubuhi afiks pada kiri dan kanannya tapi pembubuhannya tidak sekaligus, melainkan bertahap. Kata-kata berkonfiks yaitu me-an, me-i, ter-per, teper-, memper-, diperkan, teper-i.

4. Berdasarkan Jenis Morfem yang Membentuknya

Berdasarkan jenis morfem yang membentuknya, morfem dibagi menjadi dua jenis, yaitu morfem segmental dan morfem suprasegmental. Adapun penjelesannya, yaitu

  • Morfem Segmental

Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental, yakni morfem yang berupa bunyi dan dapat di segmentasikan. Contoh morfem segmental, yaitu morfem "meja", bunyi morfem tersebut dapat dibagi menjadi me-ja atau m-e-j-a.

  • Morfem Suprasegmental

Morfem suprasegmental adalah morfem yang terbentuk dari nada, tekanan dan intonasi. Dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan morfem ini, tetapi hanya dapat ditemukan dalam bahasa Cina.

5. Berdasarkan Maknanya

Berdasarkan maknanya, morfem dibagi menjadi dua jenis, yaitu morfem leksikal dan morfem tak leksikal. Adapun penjelasannya, yaitu

  • Morfem Leksikal

Morfem leksikal adalah morfem yang telah mempunyai makna pada dirinya, tanpa perlu proses dengan morfem lain. Contohnya morfem ikan, ku, jalan, dwi, rumah, buku, dan mu.

Morfem bermakna leksikal tidak sama dengan morfem bebas. Morfem bermakna leksikal bisa berbentuk morfem bebas bisa juga berbentuk morfem terikat.

Contoh morfem dwi termasuk morfem terikat karena harus digabung dengan morfem lain misalnya dwibahasa, morfem dwi juga termasuk morfem bermakna leksikal karena morfem dwi mempunyai makna leksikal, yaitu dua.

  • Morfem Tak Leksikal

Morfem tak leksikal adalah morfem-morfem yang tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri sebelum bergabung dengan morfem lainnya dalam proses morfologis.

Contoh morfem tak leksikal bisa berupa afiks, seperti me, di, ter, ber. Bisa pula berupa partikel seperti dari, ke, dan, wah.

Baca juga: 10 Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia beserta Contohnya

Dapat disimpulkan bahwa morfem sebagai gramatikal terkecil terdiri dari jenis-jenis morfem yang memiliki fungsi berbeda dalam menyusun sebuah kalimat sehingga kalimat tersebut memiliki makna. (MRZ)