Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Pembagian Zona Laut yang Wajib Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembagian zona laut. Sumber: Pixabay/12019
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembagian zona laut. Sumber: Pixabay/12019

Jenis-jenis pembagian zona laut salah satunya berdasarkan kedalaman yang terdiri dari zona litoral, zona neritik, batial, dan abisal. Tidak hanya berdasarkan kedalaman, zona laut juga terbagi berdasarkan letak, intensitas cahaya matahari, dan lainnya.

Seperti diketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki luas lautan mencapai ⅔ dari luas daratannya. Kondisi tersebut membaut laut memiliki banyak ekosistem yang dapat dibagi menjadi beberapa zona.

Jenis-Jenis Pembagian Zona Laut

Ilustrasi pembagian zona laut. Sumber: Pixabay/joakant

Salah satu jenis ekosistem air adalah ekosistem air laut yang merupakan wujud dari interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan di wilayah lautan. Ekosistem tersebut terbagi menjadi beberapa zona. Simak pembagian zona laut berikut ini.

1. Zona Laut Berdasarkan Kedalaman

Dikutip dalam buku Bongkar Pola Soal UNBK SMA/MA IPS 2020, Ika Femilia P., S.Pd dan Smart Teachers Team (2019:808) menurut kedalamannya zona laut terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Zona Litoral: Wilayah laut yang terletak di antara pasang naik dan pasang surut. Sehingga zona ini disebut juga daerah pesisir.

  • Zona Neritik: Wilayah laut yang terletak dari wilayah pasang surut sampai kedalaman 200 meter. Pada zona ini, banyak terdapat jenis hewan dan tumbuhan laut karena masih tembus cahay matahri.

  • Zona Batial: Wilayah laut yang terletak pada kedalaman antara 200 sampai 2.000 meter di bawah permukaan laut. Pada zona ini, jenis hewan dan tumbuhan laut tidak sebanyak pada zona neritik karena tidak terkena sinar matahari.

  • Zona Abisal: Wilayah laut yang terletak pada kedalam lebih dari 2.000 meter di bawah permukaan laut. Pada zona ini, binatang yang hidup sangat terbatas. Biasanya, dihuni oleh bintang yang bisa memancarkan cahaya sendiri.

2. Zona Laut Berdasarkan Letaknya

Menurut letaknya, zona laut dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Zona Pedalaman: Wilayah laut yang letaknya menjorok ke pedalaman. Laut ini tidak dipengaruhi oleh arus samudra dan tidak mengalami proses pasang surut.

  • Zona Pertengahan (Continental Sea): Wilayah laut yang berada di tengah-tengah benua.

  • Zona Tepi (Marginal sea): Wilayah laut yang terletak di landas benua serta memiliki hubungan bebas dengan samudra. Inilah yang menjadikan arus tepi selalu dipengaruhi oleh arus samudra.

3. Zona Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari

Berdasarkan intensitas cahaya mataharinya, zona laut dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Zona Fotik: Wilayah yang memiliki kedalaman kurang dari 200 meter sehingga cahaya matahari mudah masuk.

  • Zona Twilight: Wilayah yang memiliki kedalaman 200-2.000 meter sehingga cahaya matahari yang masuk hanya sedikit.

  • Zona Afotik: Wilayah yang memiliki kedalaman lebih dari 2.000 meter sehingga cahaya matahari tidak dapat masuk.

4. Zona Laut Berdasarkan Permukaan Secara Vertikal

Berdasarkan permukaan secara vertikal, zona laut dibagi menjadi lima, yaitu:

  • Zona Epipelagik berada di antara permukaan laut hingga kedalaman 200 meter.

  • Zona Mesopelagik berada di kedalaman 200-1.000 meter.

  • Zona Batiopelagik berada di kedalaman 200-2.500 meter.

  • Zona Abisalpelagik berada di kedalaman 4.000 meter.

  • Zona Hadalpelagik berada di kedalaman lebih dari 6.000 meter.

Baca juga: Ciri-Ciri Ekosistem Air Laut dan Contohnya

Itulah jenis-jenis pembagian zona laut berdasarkan kedalaman, letak, intensitas cahaya, dan berdasarkan permukaan secara vertikal. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)