Konten dari Pengguna

Jenis Pembelajaran Coding yang Efektif untuk Belajar Siswa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis Pembelajaran Coding. Sumber: Pexels/Lukas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis Pembelajaran Coding. Sumber: Pexels/Lukas

Saat ini coding tidak hanya ditemukan dalam pendidikan tinggi, namun, sudah dapat ditemukan dalam sekolah. Oleh karenanya, ada beberapa jenis pembelajaran coding yang dinilai efektif untuk diajarkan kepada siswa.

Coding pada dasarnya adalah dasar dari semua teknologi digital yang saat ini digunakan sehari-hari. Coding juga dikenal sebagai pemrograman komputer, di mana seseorang menyusun logika dan algoritma secara sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah atau menjalankan fungsi tertentu secara otomatis.

Ketahui Jenis Pembelajaran Coding yang Efektif

Ilustrasi Jenis Pembelajaran Coding. Sumber: Pexels/Jorge Jesus

Mengutip buku Buku Ajar: Metode Penelitian Kualitatif karya Missiliana Riasnugrahani, dkk (2023:68) coding adalah proses menganalisis data yang menghasilkan kode-kode. Inti dari proses coding adalah memastikan bahwa prosedur pemberian kode dilakukan secara ketat dan diterapkan secara konsisten.

Pembelajaran coding adalah proses pendidikan atau pelatihan yang bertujuan untuk mengajarkan keterampilan menulis dan memahami kode komputer kepada peserta didik. Berikut beberapa jenis pembelajaran coding yang efektif untuk belajar siswa.

1. Plugged Coding

Plugged coding merupakan metode pembelajaran yang menggunakan perangkat elektronik seperti komputer, laptop, atau tablet untuk menulis dan menjalankan kode.

Metode ini memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan pemrograman melalui aplikasi seperti Scratch, Blockly, Python, atau HTML.

Pengalaman belajar bersifat langsung dan berbasis hasil, di mana siswa dapat melihat output dari instruksi yang dibuat dalam bentuk animasi, permainan, atau program.

Plugged coding memberikan pemahaman mendalam tentang sintaks bahasa pemrograman dan logika pemrosesan komputer, serta melatih kemampuan problem solving secara digital.

2. Unplugged Coding

Unplugged coding adalah pendekatan pembelajaran konsep dasar pemrograman tanpa menggunakan perangkat digital. Aktivitas ini dilakukan melalui permainan, simulasi, cerita interaktif, atau kegiatan fisik yang menyimulasikan logika dan alur program.

Contohnya termasuk menyusun algoritma untuk menavigasi labirin, permainan peran sebagai robot yang mengikuti instruksi, atau menyusun pola biner dengan manik-manik.

Tujuan utama dari metode ini adalah mengembangkan computational thinking, yaitu kemampuan berpikir logis, memecah masalah, dan membuat langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan tugas.

Unplugged coding sangat bermanfaat bagi siswa pemula atau sekolah dengan keterbatasan teknologi karena materi dapat dipahami tanpa hambatan teknis. Selain itu dapat mendorong kolaborasi, kreativitas, dan pemahaman konsep secara mendalam sebelum masuk ke tahap pemrograman komputer.

Kedua jenis pembelajaran coding ini dapat diperhatikan dan diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Menggabungkan kedua jenis ini membuat pembelajaran lebih inklusif, menyenangkan, dan efektif, membentuk pola pikir pemecahan masalah sebelum terjun ke bahasa pemrograman. (BAI)

Baca Juga: 4 Fungsi Coding Pada Komputer dan Penjelasannya