Kalor: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mata pelajaran sains, kalor adalah salah satu bentuk energi. Kalor dapat dihasilkan karena perubahan temperatur yang terjadi pada suatu zat maupun sistem.
Penerapan konsep kalor banyak ditemui di kehidupan sehari-hari. Salah satunya pada proses transfer panas yang terjadi ketika merebus air. Selain itu, masih banyak contoh lain perpindahan kalor yang menarik untuk diketahui.
Pengertian Kalor dan Jenis-jenisnya
Menurut buku Jago Fisika SMP, Esvandiari, (2007:42), kalor adalah suatu bentuk energi yang dapat berpindah karena adanya perbedaan suhu pada suatu benda.
Secara alamiah, kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah sehingga terjadi percampuran suhu dari kedua benda itu.
Lebih lanjut, untuk semakin memahami terkait konsep dasar kalor, berikut ini beberapa jenis-jenis kalor yang bisa diketahui.
1. Kalor Pembentukan
Kalor pembentukan merupakan kalor yang dapat membuat 1 mol senyawa pada unsur-unsurnya, contohnya H2 (hidrogen), Cl2 (klorin), dan O2 (oksigen).
2. Kalor Pelarutan
Kalor pelarutan atau ∆Hs adalah sejumlah kalor yang diperlukan untuk mengencerkan satu mol zat yang semula padat menjadi bentuk larutan.
3. Kalor Penguraian
Kalor penguraian ialah jenis energi panas yang diperlukan dalam proses penguraian satu mol zat menjadi unsur-unsur lain pada tekanan konstan dan dalam keadaan standar.
4. Kalor Pembakaran
Kalor pembakaran atau burning heat molar standar adalah sejumlah kalor yang dibutuhkan pada proses pembakaran satu mol zat, yang dapat berupa unsur dan senyawanya.
5. Kalor Netralisasi
Sejumlah kalor yang diperlukan pada untuk menghasilkan satu mol zat dari reaksi antara asam dan basa disebut dengan kalor netralisasi.
Contoh Kalor di Kehidupan Sehari-hari
Setelah mengetahui bahwa kalor adalah salah satu bentuk zat energi, berikut ini kumpulan contoh kalor dalam kehidupan sehari-hari yang menarik untuk diketahui, yaitu:
Perubahan suhu pada knalpot menjadi panas ketika mesin kendaraan dinyalakan.
Temperatur panas yang merambat ke tutup panci saat digunakan sebagai penutup rebusan air.
Benda yang terbuat dari komponen dasar berupa logam, jika mengalami perambatan panas apabila dipanaskan. Seperti halnya ketika melakukan percobaan dengan memanaskan pangkal sendok menggunakan lilin.
Pakaian basah yang menjadi kering saat dijemur di bawah terik matahari.
Penggunaan lampu bohlam untuk menghangatkan telur ayam broiler di bidang peternakan.
Badan terasa hangat ketika berada di sekitar api unggun.
Pada saat melakukan aktivitas menyetrika terjadi perpindahan panas dari setrika ke pakaian.
Es batu mencair saat digenggam karena terjadinya perpindahan temperatur.
Merebus air dalam penci hingga suhu mendidih.
Makanan yang dipanaskan menggunakan alat pemanas atau microwave.
Baca Juga: 3 Jenis Perpindahan Kalor dan Contohnya
Demikian dapat disimpulkan bahwa kalor adalah energi yang dapat disalurkan dari objek dengan suhu tinggi ke rendah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang prinsip perpindahan kalor dalam ilmu sains. (Riyana)
