Kamuflase: Pengertian, Tujuan, dan Contoh-contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kamuflase adalah teknik bertahan hidup yang dilakukan oleh hewan. Caranya adalah dengan melakukan penyamaran baik dari rupa atau warna, agar musuh tak mengenalinya.
Teknik kamuflase yang dilakukan oleh hewan, kemudian menginspirasi manusia. Teknik ini pun diterapkan dalam beberapa hal, misalnya penggunaan kain bercorak loreng untuk pakaian tentara.
Pengertian Kamuflase dan Tujuannya
Kata kamuflase diambil dari kata dalam Bahasa Inggris, yaitu camouflage.
Pengertian kamuflase menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali.
Jadi bisa disimpulkan bahwa kamuflase adalah suatu teknik beradaptasi yang dilakukan oleh hewan untuk bertahan hidup dengan cara menyembunyikan diri agar tidak dikenali.
Baca juga: Pengertian Mimikri dan Perbedaannya dengan Kamuflase
Tujuan utama dari kamuflase adalah untuk menyamarkan diri atau menyembunyikan keberadaan agar sulit dideteksi oleh pemangsa atau musuh. Adapun tujuan lain dari kamuflase sebagai berikut.
1. Perlindungan dari Predator
Organisme di alam menggunakan teknik kamuflase untuk melindungi diri dari pemangsa yang dapat membahayakan mereka. Dengan menyamarkan diri, mereka dapat mengurangi risiko menjadi mangsa.
2. Penyamaran dalam Memburu Mangsa
Beberapa predator menggunakan teknik kamuflase untuk mendekati mangsa tanpa terdeteksi.
3. Menghindari Gangguan
Kamuflase juga digunakan oleh organisme untuk menghindari gangguan oleh manusia atau hewan lainnya.
Contoh Kamuflase
Di alam raya ini, cukup banyak hewan yang melakukan teknik kamuflase. Hewan-hewan itu berusaha menyerupai lingkungan sekitarnya, seperti menyerupai batu, tanah, rumput, daun yang gugur, ranting, ataupun pasir.
Berikut adalah beberapa contoh hewan yang melakukan kamuflase.
1. Chameleon (bunglon)
Bunglon memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya, sehingga mereka dapat menyamarkan diri dari predator atau mengecoh mangsa.
2. Pola Warna pada Kupu-kupu dan Ulat
Beberapa spesies kupu-kupu dan ulat memiliki pola warna menyerupai hewan lain, seperti mata burung hantu, untuk mengelabui predator.
3. Ular Pasir
Ular pasir memiliki tubuh berwarna pasir gurun yang membantu mereka menyamarkan diri di lingkungan gurun dan mampu mendekati mangsa dengan lebih mudah.
4. Belalang daun
Belalang daun memiliki tubuh yang bentuk dan warnanya menyerupai daun, sehingga mereka dapat menyamar dengan sangat baik di pepohonan.
5. Cryptic Frog
Cryptic Frog memiliki pola warna yang menyerupai tekstur kayu di kulitnya, sehingga mereka sulit terlihat oleh predator di lingkungan hutan.
Sekilas, teknik kamuflase yang dilakukan cryptic frog mirip dengan yang dilakukan bunglon. Tetapi, mengutip Kuark - Kamuflase & Mimikri, Spa & Teknologi, Energi Gerak, Gelar Soetopo (2011: 13), kamuflase Cryptic Frog berbeda dengan bunglon.
Jika Cryptic Frog sengaja mencari tempat yang mirip dengan keadaan tubuhnya, bunglon mengubah warna tubuhnya untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai kamuflase beserta contoh-contohnya. Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa tujuan hewan dan manusia melakukan kamuflase adalah untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. (ARN)
