Konten dari Pengguna

Kasus Junko Furuta yang Mengerikan di Jepang

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kasus Junko Furuta. Sumber: unsplash.com/Barry.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kasus Junko Furuta. Sumber: unsplash.com/Barry.

Kasus Junko Furuta sempat menarik perhatian seluruh dunia karena kekejaman dan kontroversi hukumnya. Bahkan hingga sekarang, banyak yang masih mencari jejak orang-orang yang terlibat dalam kasus ini.

Saking besarnya perhatian dunia atas kasus ini, kisah Junko Furuta dijadikan film dengan judul Concrete. Jika ditinjau dari segi hukum, kisah seperti Junko Furuta juga terjadi di Indonesia.

Kasus Junko Furuta yang Kontroversial

Ilustrasi kasus Junko Furuta. Sumber: pexels.com/monokuromasu.

Tak mudah bagi orang-orang yang sudah dewasa pada tahun 1980-an akhir dan mengetahui kasus ini untuk melupakannya. Kasus ini terlalu kejam sehingga tak banyak penulis yang mau menuliskannya dalam bentuk buku. Bahkan dalam filmnya, banyak adegan yang tersamar.

Barulah ketika internet sudah lancar, kisahnya diceritakan dengan lebih terbuka. Meski begitu, masih banyak detail yang tidak diungkapkan karena terlalu berat untuk menulis sambil membayangkan kejadiannya.

Dikutip dari dari Choosing Not to Choose, Mehdi Aardin (2023), kasus Junko Furuta merupakan kasus paling mengerikan di Jepang. Junko diculik dan disiksa selama 44 hari pada akhir tahun 1988 sampai awal tahun 1989 hingga tewas oleh sekelompok remaja.

Berikut ini adalah ringkasan dari kekejaman yang menimpa Junko Furata.

1. Latar Belakang Junko Furuta

Junko Furata adalah gadis berusia 16 tahun dari Misato, Perfektur Saitama. Junko masih bersekolah di SMA Yashio Minami. Namun Junko mengambil kerja paruh waktu karena sedang mengumpulkan uang untuk ikut semacam study tour sekolah.

2. Penculikan Junko Furata

Pada tanggal 25 November 1988, empat remaja menculik Junko yang pulang dari pekerjaan paruh waktunya. Keempat remaja itu adalah Shinji Minato (16), Hiroshi Miyano (18), Jo Ogura (17) dan Yasushi Watanabe (17).

Junko disiksa setiap hari hingga tewas pada tanggal 4 Januari 1989. Junko dimasukkan dalam tong, dicor dengan semen, lalu dibuang. Tapi tidak ada kejahatan yang sempurna. Sebagian rambut Junko keluar dari benton yang telah padat sehingga ditemukan orang.

3. Kontroversi Hukum Kasus Junko Furata

Detail selama penculikan membuat semua orang marah karena lebih kejam dari korban perang sekali pun. Tapi karena faktor umur, hanya Miyano yang dihukum selama 20 tahun penjara. Selebihnya hanya dihukum 5-9 tahun penjara.

Untuk kasus Junko, mereka sudah selesai menjalani hukuman penjara. Namun bukannya tobat, Miyano malah bergabung dengan Yakuza dan ditangkap lagi. Bahkan Ogura dan Minato kembali ditangkap karena percobaan pembunuhan.

Kasus Junko Furuta menimbulkan perdebatan sengit bahwa seharusnya hukum untuk anak di bawah umur digunakan untuk melindungi korban, bukan pelaku kejahatan. Apalagi banyak pelaku anak yang justru makin menjadi-jadi setelah dewasa. (lus)

Baca juga: 6 Situs Film Jepang Sub Indo yang Legal