Konten dari Pengguna

Kata Arkais dalam Hikayat Bayan Budiman

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Arkais dalam Hikayat Bayan Budiman. Sumber: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Arkais dalam Hikayat Bayan Budiman. Sumber: pexels

Kata arkais dalam Hikayat Bayan Budiman adalah kata yang sudah tidak lazim digunakan zaman sekarang. Bahasa tersebut jarang digunakan dalam obrolan sehari-hari.

Hikayat memang sebuah karya sastra lama yang umumnya menggunakan bahasa Melayu. Tidak heran, jika banyak kata di dalam hikayat yang kemudian belum diketahui artinya oleh masyarakat masa kini karena penggunaannya sudah jarang.

Pengertian Kata Arkais dalam Hikayat Bayan Budiman dan Contohnya

Ilustrasi Kata Arkais dalam Hikayat Bayan Budiman. Sumber: pexels

Mengutip dari buku Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi oleh Nurul Hidayah, M.Pd (2016:129), pengertian arkais berasal dari bahasa Yunani, artinya 'dari sebuah masa yang lebih awal dan tidak dipakai lagi' atau 'sesuatu yang memiliki ciri khas kuno atau antik'.

Dalam konteks ini, kata arkais bermakna kata dalam ilmu bahasa yang sudah lama tidak digunakan lagi. Kata tersebut ada, namun hanya dipakai oleh masyarakat zaman dahulu. Adapun ciri-ciri kata arkais yaitu memiliki bentuk lampau, jarang digunakan, dan sakral.

Ada beberapa kata arkais dalam Hikayat Bayan Budiman yang digunakan di dalam karya sastra tersebut, contohnya seperti berikut ini.

  • Pinang: Melamar wanita untuk dijadikan istri

  • Bertitah: Berkata

  • Perniagaan: Perdagangan

  • Sebermula: Pada mulanya

  • Paras: Wajah

  • Mufakat: Setuju atau sepakat

  • Hubaya-hubaya = Sekali-kali

  • Elok: cantik atau indah

Hikayat Bayan Budiman memiliki banyak judul, di dalamnya memuat banyak kata arkais yang sudah jarang digunakan dalam perbincangan masyarakat sehari-hari. Hal itulah yang kemudian membuat hikayat terkesan sakral dan memiliki gaya kuno.

Di dalam hikayat tersebut terdapat nilai moral dan luhur yang berkaitan dengan budi pekerti dan keagamaan. Hikayat Bayan Budiman memiliki nilai moral yang beragam, yaitu mulai ajakan untuk melakukan hal-hal positif dalam kehidupan hingga hal terkait keagamaan.

Membaca Hikayat Bayan Budiman di masa sekarang tentu menjadi tantangan tersendiri untuk generasi muda, pasalnya ada kata-kata yang tidak familier untuk anak zaman sekarang. Namun, bukan berarti hikayat tersebut tidak dapat dimaknai.

Kata arkais dalam Hikayat Bayan Budiman adalah kata-kata yang sudah jarang dipakai pada masa sekarang. Adapun contoh kata yang digunakan dalam karya sastra tersebut seperti hubaya-hubaya yang berarti sekali-kali. (IMA)

Baca juga: 5 Karakteristik Hikayat Si Miskin dan Penjelasannya