Konten dari Pengguna

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik (Foto hanya ilustrasi) Sumber: unsplash.com/ Nathália Rosa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik (Foto hanya ilustrasi) Sumber: unsplash.com/ Nathália Rosa

Jenis pasar yang ada dalam ilmu ekonomi ada beberapa macam, salah satunya pasar monopolistik. Terdapat kelebihan dan kekurangan pasar monopolistik yang menarik untuk diketahui.

Namun, sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangannya, pembaca perlu memahami pengertiannya. Sehingga nanti, pembaca bisa membedakan jenis pasar monopolistik dengan pasar lain serta plus dan minus yang dimilikinya.

Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Pasar Monopolistik dan Contohnya

Ilustrasi Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik (Foto hanya ilustrasi) Sumber: unsplash.com/ nrd

Mengutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi karya Lira Zohara (2022: 54&56), pengertian pasar monopolistik adalah pasar dengan banyak pelaku usaha yang beragam. Ada industri dan perusahaan yang menghasilkan produk berbeda pula.

Contoh dari penerapan pasar monopolistik di dunia nyata yaitu produk minuman kemasan yang beredar di pasaran terdiri dari berbagai jenis merek dengan ciri khasnya masing-masing.

Biasanya dari bentuk kemasan, rasa, dan harganya berbeda. Misalnya ada minuman teh kemasan bermerek Teh Sosro, Teh Poci, Teh Pucuk Harum, dan Teh Gelas.

Adapun kelebihan dan kekurangan pasar monopolistik dapat dilihat seperti di bawah ini.

1. Kelebihan Pasar Monopolistik

  • Dalam pasar, industri atau perusahaan bisa bebas keluar dan masuk.

  • Jumlah perusahaan banyak dan beragam sehingga memunculkan pilihan yang beragam untuk pembeli yang ingin memenuhi kebutuhannya.

  • Pembeli bisa memilih dengan selektif jenis produk yang akan dibeli sesuai dengan selera dan kemampuannya.

  • Mayoritas pasar monopolistik didominasi oleh barang kebutuhan pokok untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

2. Kekurangan Pasar Monopolistik

  • Karena banyaknya jenis barang, maka persaingan cukup ketat dalam pasar monopolistik. Persaingan bisa dari segi harga dan mutu.

  • Inovasi dalam branding produk oleh perusahaan dan industri mutlak diperlukan demi keberlangsungan usaha agar dapat bersaing dan bertahan di pasaran.

  • Modal yang dibutuhkan perusahaan dan industri sangat besar karena skala ekonominya tinggi, biasanya tingkat nasional.

Seperti yang sudah diketahui bahwa di pasaran banyak sekali barang dan produk pemenuhan kebutuhan yang terdiri dari beragam merek. Hal ini memunculkan persaingan ketat antar perusahaan dan produsen yang cukup menantang.

Baca juga: 4 Jenis Pasar Oligopoli yang Ada di Indonesia

Kelebihan dan kekurangan pasar monopolistik yang sudah disebutkan di atas adalah bukti bahwa segala sesuatu selalu memiliki dua sisi. Sebagai konsumen, lebih banyak keuntungan yang diperoleh dari pasar monopolistik. (IMA)