Kepanjangan Ngabuburit, Asal-usul dan Tradisi yang Dilakukan

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepanjangan ngabuburit mungkin hanya diketahui oleh orang Sunda. Bahkan banyak yang mengira bahwa ngabuburit adalah sebuah kata biasa, bukan singkatan.
Ngabuburit adalah kegiatan yang menyenangkan di Ramadan. Karena hanya setahun sekali, maka semua orang, termasuk nonmuslim, tak ingin melewatkan momen ini.
Kepanjangan Ngabuburit Selama Ramadan
Anggapan bahwa ngabuburit adalah sebuah kata biasa tidak salah, karena ngabuburit sudah diserap dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), yang artinya menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa bulan Ramadan.
Namun dikutip dari laman Universitas Pasukan di www.unpas.ac.id, dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS) disebutkan bahwa kepanjangan ngabuburit adalah ngalantung ngadagoan burit.
Arti ngalantung ngadagoan burit adalah bersantai menunggu waktu sore. Berikut ini adalah asal-usul istilah ngabuburit dan tradisi yang dilakukan ketika ngabuburit.
1. Asal-usul Nagbuburit
Ketua Lembaga Bahasa Sunda (LBS) Unpas, Hawe Setiawan, mengatakan bahwa ngabuburit berasal dari kata dasar bahasa Sunda, yaitu burit, yang artinya sore atau petang. Kata burit mendapatkan awalan nga sehingga menjadi kata kerja, yaitu ngabuburit.
Kata ngabuburit sudah ada sejak lama, yaitu ketika kebudayaan Islam memasuki tanah Sunda. Kemudian istilah ngabuburit meluas sehingga sekarang masyarakat Indonesia dari berbagai suku mengucapkan kata ngabuburit untuk kegiatan menjelang buka puasa.
2. Tradisi Ngabuburit
Makin meluasnya istilah ngabuburit berpengaruh terhadap tradisinya. Di tanah Sunda, tradisi ngabuburit merupakan percampuran antara tradisi khas Sunda dan kebiasaan masyarakat zaman sekarang. Sedangkan ngabuburit di daerah lain banyak mengikuti tren.
Berikut adalah beberapa tradisi atau kegiatan ngabuburit yang sering dilakukan masyarakat:
Bebeledugan atau meriam bambu, permainan remaja Sunda yang sekarang hanya dilakukan di luar daerah perkotaan.
Menyiapkan botram untuk buka puasa bersama. Botram adalah tradisi makan bersama masyarakat Sunda dan biasanya tiap orang menyumbangkan makanan (potluck).
Berburu takjil, bahkan di luar tanah Sunda makin mengerucut anggapan bahwa ngabuburit adalah jalan-jalan sore berburu takjil. Sekarang, ngabuburit seperti itu seolah sudah menjadi tradisi nasional dan tak hanya diikuti oleh umat Islam.
Kepanjangan ngabuburit dalam bahasa Sunda adalah ngalantung ngadagoan burit. Sedangkan tradisi yang menyertainya sudah banyak berubah sehingga istilah tersebut juga sudah bergeser menjadi milik nasional. (lus)
Baca juga: 5 Hal yang Identik dengan Bulan Ramadhan di Indonesia
