Ketahui 2 Fungsi Seismograf sebagai Alat Pengukur Gempa

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Negara Indonesia sering mengalami bencana gempa bumi. Hal ini disebabkan karena negara Indonesia berada di jalur pertemuan 3 lempeng tektonik. Oleh sebab itu, perlu adanya seismograf bagi negara yang rawan terjadi gempa bumi. Fungsi seismograf sangat berguna untuk ngara yang rawan mengalami gempa bumi.
Fungsi utama dari seismograf adalah mencatat dan mengukur gempa bumi. Adanya seismograf bisa memudahkan dalam mengetahui kekuatan dan arah gempa bumi melalui gambaran yang dicatat dalam bentuk seismogram.
Pengertian Seismograf
Dalam bahasa Yunani, seismograf sering disebut seismometer. Seismograf adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi.
Biasanya, catatan getaran yang dihasilkan dalam bentuk grafik seismogram. Adanya seismogram ini sangat berperan penting dalam menentukan lokasi episentrum. Hal ini sangat diperlukan oleh negara Indonesia yang bentuk negaranya kepulauan dan rawan akan bencana gempa bumi.
Fungsi Seismograf
Salah satu alat yang berperan penting dalam mengukur kekuatan gempa, ada beberapa fungsi seismograf yang perlu diketahui. Mengutip dari buku Panduan Keselamatan Saat Gempa Bumi oleh Riza Rismawati (2021: 34), inilah beberapa fungsi dari seismograf.
1. Seismograf Vertikal
Seismograf vertikal biasanya berfungsi sebagai pencatat getaran atau gelombang gempa secara vertikal. Seismograf ini biasanya dipasang hanya pada satu titik.
Seismograf vertikal memiliki sebuah pegas (P) dan tangkai yang memiliki engsel. Ketika ujung massa stasioner yang memiliki jarum disentuhkan pada roll pita yang selalu bergerak searah harum jam. Pada saat terjadi gempa, roll pita akan bergerak membentuk seismogram pada pita tersebut.
2. Seismograf Horizontal
Fungsi dari seismograf horizontal, yaitu untuk mencatat getaran atau gelombang gempa bumi pada arah mendatar. Seismograf ini biasanya memiliki massa stasioner yang digantung dengan tali.
Pada bagian bawah nantinya akan ada jarum yang ujungnya menyentuh roll pita yang berputar searah jarum jam. Tiang penopang roll pita terpasang di tanah. Ini bertujuan jika terjadi gempa bumi, maka pita akan bergetar sedangkan massa stasioner dan jarum jam tetap.
Cara Kerja Seismograf
Fungsi seismograf sebagai alat pengukur kekuatan gempa tentunya memiliki beberapa tahapan. Hal ini bertujuan agar tidak salah langkah dalam menggunakan seismograf. Berikut ini cara kerja seismograf.
Pada saat getaran gempa dirasakan oleh seismograf, maka akan membuat roll pita akan terus bergerak, sehingga ujung massa stasioner yang bergetar menyentuh roll pita.
Seismograf akan mencatat gelombang primer terlebih dahulu karena gelombang ini memiliki kecepatan rambat yang tinggi. Selanjutnya, seismograf akan melakukan pencatatan gelombang sekunder yang memiliki kecepatan rendah.
Selanjutnya, kedua gelombang mencatatkannya dalam bentuk seismogram yang seperti terlihat garis-garis pada roll pita.
Setelah itu, ahli gempa bumi (seismologis) akan menganalisis garis-garis tersebut dan selanjutnya menghitung besaran gempa.
Baca juga: 2 Penyebab Gempa Bumi Tektonik dan Dampaknya
Demikianlah ulasan mengenai fungsi seismograf sebagai alat pengukur gempa. Semoga informasi yang disampaikan dapat bermanfaat. (NTA)
