Konten dari Pengguna

Ketahui Cara Penulisan 2 Gelar yang Benar beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Penulisan 2 Gelar. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Priscilla
zoom-in-whitePerbesar
Cara Penulisan 2 Gelar. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Priscilla

Cara penulisan 2 gelar yang benar perlu dipelajari dan dipahami apabila dibutuhkan untuk kepentingan korespondensi akademik. Tentunya, menulis dua gelar akademis dalam satu rangkaian nama memerlukan perhatian terhadap tata bahasa dan format yang benar.

Dengan memahami dan mengikuti panduan ini, penulisan dua gelar akademis dapat dilakukan dengan benar dan profesional. Hal ini penting untuk menjaga kejelasan informasi dan menghindari kesalahpahaman dalam berbagai konteks formal.

Cara Penulisan 2 Gelar yang Benar

Cara Penulisan 2 Gelar. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Priscilla

Menurut aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk dalam pemahaman tentang singkatan. Dikutip dari kbbi.kemdikbud.go.id, singkatan merupakan kependekan berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf, sesuai dengan bentuk lengkap.

Berikut adalah cara penulisan 2 gelar yang benar.

1. Panduan Penulisan

  • Pemisahan dengan Koma atau Titik Koma: Dua gelar bisa dipisahkan dengan koma atau titik koma, tergantung pada jenis dan relevansi gelar tersebut.

    • Koma digunakan bila kedua gelar berada pada tingkat pendidikan yang sama atau tidak terlalu jauh tingkatannya.

    • Titik Koma digunakan bila terdapat perbedaan tingkat atau disiplin ilmu yang signifikan.

  • Penempatan Gelar: Gelar yang lebih tinggi atau lebih relevan biasanya ditempatkan lebih dahulu. Misalnya, gelar Magister (S2) ditulis sebelum gelar Sarjana (S1).

  • Singkatan Gelar: Gunakan singkatan yang benar dan baku sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh institusi pendidikan atau pemerintah.

    • Gelar Sarjana (S1) umumnya ditulis dengan singkatan "S" diikuti oleh bidang studi, misalnya, S.E. (Sarjana Ekonomi).

    • Gelar Magister (S2) ditulis dengan singkatan "M" diikuti oleh bidang studi, misalnya, M.M. (Magister Manajemen).

    • Gelar Doktor (S3) biasanya ditulis dengan singkatan "Dr.".

  • Konsistensi: Pastikan konsistensi dalam penggunaan tanda baca dan urutan penulisan.

2. Contoh Penulisan

  • Dua Gelar Sarjana

    Nama: Ali Akbar, S.E., S.H.

    Penjelasan: Ali Akbar memiliki dua gelar Sarjana, yaitu Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Sarjana Hukum (S.H.). Kedua gelar ini ditulis dengan dipisahkan koma karena memiliki tingkat pendidikan yang sama.

  • Gelar Sarjana dan Magister

    Nama: Maria Tania, S.T., M.T.

    Penjelasan: Maria Tania memiliki gelar Sarjana Teknik (S.T.) dan Magister Teknik (M.T.). Gelar Magister ditempatkan setelah gelar Sarjana dan dipisahkan dengan koma.

  • Gelar Sarjana dan Doktor

    Nama: Dr. Rina Agustina, S.Pd.

    Penjelasan: Rina Agustina memiliki gelar Doktor (Dr.) dan Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Gelar Doktor ditempatkan lebih dulu karena tingkatannya lebih tinggi dan dipisahkan dengan koma.

  • Gelar Magister dan Doktor

    Nama: Dr. Budi Santoso, M.Sc.

    Penjelasan: Budi Santoso memiliki gelar Doktor (Dr.) dan Magister Sains (M.Sc.). Kedua gelar ini dipisahkan dengan koma, meskipun tingkatannya berbeda, penulisannya tetap konsisten.

3. Kesalahan Umum

  • Tidak menggunakan tanda baca yang benar. Contohnya, mengabaikan koma atau titik koma yang dapat membuat penulisan gelar terlihat berantakan dan membingungkan.

  • Urutan yang salah seperti menempatkan gelar dengan urutan yang tidak sesuai tingkatannya atau relevansinya dapat mengurangi kejelasan dan formalitas.

  • Penggunaan singkatan yang salah. Perlu dihindari menggunakan singkatan yang tidak baku atau salah dapat membuat gelar terlihat tidak profesional.

Cara penulisan 2 gelar yang benar lengkap dengan contoh yang dapat masyarakat pelajari dan pahami. (Msr)

Baca juga: Contoh Essay Wawasan Kebangsaan Mengenai Kepemimpinan Pancasila