Konten dari Pengguna

Ketahui Kakek dalam Bahasa Lampung dan Kosa Kata Lainnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kakek dalam Bahasa Lampung. Sumber: Pexels/Irgi Nur Fadil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kakek dalam Bahasa Lampung. Sumber: Pexels/Irgi Nur Fadil

Bahasa Lampung adalah salah satu bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat suku Lampung, yang tinggal di provinsi Lampung. Ada banyak istilah maupun panggilan dalam bahasa Lampung yang berbeda dengan bahasa lainnya. Salah satunya adalah kakek dalam bahasa Lampung.

Bahasa Lampung memiliki aksara tradisionalnya sendiri yang disebut Aksara Lampung atau "Had Lampung". Aksara ini digunakan untuk menulis teks dalam bahasa Lampung dan memiliki keunikan tersendiri, serupa dengan aksara-aksara Nusantara lainnya.

Kakek dalam Bahasa Lampung dan Kosa Kata Lainnya

Ilustrasi Kakek dalam Bahasa Lampung. Sumber: Pexels/Pixabay

Bahasa Lampung adalah bahasa yang memiliki kosakata yang khas dengan beberapa kata serapan dari bahasa Sanskerta, Melayu, dan bahasa sekitar. Bahasa ini sering dipertahankan melalui lagu-lagu daerah seperti "Sang Bumi Ruwa Jurai", yang juga menjadi identitas masyarakat Lampung.

Bahasa Lampung terdiri dari 2 jenis dialek, yaitu dialek A dan dialek O. Dialek A atau dialek Api biasa digunakan oleh masyarakat Lampung di wilayah seperti Way Kanan, sebagian Lampung Tengah, dan daerah sekitarnya. Sedangkan dialek O atau dialek Nyo digunakan di wilayah seperti Krui, Pesisir Barat, Kota Agung, dan sebagian Lampung Selatan.

Mengutip buku Kamus Istilah Bahasa Lampung karya Ainun Mahya (2016:85) kakek dalam bahasa Lampung adalah tamong, datuk, bakas, dan juga appeu. Namun, di beberapa daerah ada juga yang memanggil kakek dengan panggilan "yai". Selain kakek, berikut ini kosakata bahasa Lampung lain beserta artinya yang dapat dipahami.

  1. Ayah = Bak, Buya, Abah

  2. Ibu = Emak, Umi, Endik, Endok

  3. Nenek = Embay, Nyayi, Andung

  4. Sepupu = Sanga muare, sanga mengkelepah

  5. Keponakan = Kemenakan

  6. Kakak ipar = Lakau tuha

  7. Buyut = Tuyuk

  8. Paman = Kemaman

  9. Bibi = Keminan

  10. Suami = Mengian

  11. Istri = Kagungan, Kehejong

  12. Masuk = Kuruk

  13. Ada = Wat

  14. Habis = Bela, Kokok

  15. Hati-hati = Alun-alun

  16. Rusak = Cadang

  17. Utara = Talang

  18. Selatan = Nyapah

  19. Barat = Matarani mati

  20. Timur = Matarani minjak

  21. Dorong = Julung, julak

  22. Tarik = Tarek

  23. Kamar mandi = Pok mandi

  24. Toilet = Kakus

  25. Laki-laki/pria = Ragah

  26. Perempuan/wanita = Sebay/bakbai

  27. Perempuan secara umum = Sebai

  28. Berbahaya = Buhaya, bahlo

  29. Beracun = Wat racun

  30. Pintu darurat = Rangok darurat

  31. Telepon darurat = Talipon darurat

  32. Pemadam api = Pemadom apui

  33. Dilarang merokok = Dang ngudut

  34. Dilarang masuk = Dang kuruk

  35. Jangan disentuh = Dang di culik/dang ditinggul

  36. Sembarang = Asing

  37. Sembarangan = Asingasing

  38. Buah, pohon asam = Asom

  39. Ini = Aji

  40. Ambil = Akuk

Mengetahui kakek dalam bahasa Lampung dapat memperluas informasi mengenai berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Lampung adalah bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. Meski terancam oleh modernisasi, upaya pelestarian terus dilakukan, baik melalui pendidikan formal, komunitas budaya, maupun media digital. (BAI)

Baca Juga: 2 Contoh Cerita Pengalaman Pribadi Bahasa Sunda tentang Liburan