Ketahui Watak Tembang Durma dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang Durma merupakan salah satu dari macapat, yakni jenis puisi tradisional Jawa yang memiliki aturan baku mengenai jumlah baris, suku kata, dan nada. Setiap tembang macapat ini memiliki watak tersendiri, begitu pula dengan watak tembang durma.
Tembang Macapat adalah salah satu bentuk puisi tradisional Jawa yang memiliki aturan baku tentang jumlah baris, jumlah suku kata dalam setiap baris, dan bunyi rima akhir. Tembang macapat biasanya digunakan dalam karya sastra, pendidikan, ritual, serta media penyampaian nilai-nilai moral dan filosofis.
Watak Tembang Durma dan Contohnya
Mengutip buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang, Bram Palgunadi (2021:115), tembang durma biasanya digunakan untuk menampilkan suasana menakutkan, membuat miris, menegangkan, atau horor. Watak tembang durma adalah keras, tegas, dan penuh dengan gejolak amarah.
Wataknya biasanya mencerminkan suasana yang serius, penuh ancaman, atau ketegangan. Dalam konteks cerita atau karya sastra, tembang ini sering digunakan untuk menggambarkan kekerasan atau pertarungan, kemarahan atau dendam, perintah keras atau instruksi yang tegas, dan nafsu kekuasaan atau keserakahan.
Tembang Durma berasal dari kata "darma," yang dalam bahasa Jawa bisa berarti tugas, kewajiban, atau juga bisa merujuk pada sesuatu yang harus dilakukan, meskipun dalam suasana terpaksa atau penuh ketegangan. Tembang durma memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah sebagai penggambaran filosofi hidup.
Durma sering digunakan dalam situasi yang menggambarkan pertempuran atau konflik, baik dalam kisah perang maupun dalam konflik batin. Berikut contoh dari tembang durma yang dapat diperhatikan.
Anak kêturunana bêcik
Gugur gunung padha urip
Lupa marang kaluputan
Karuhakên ing bêja
Duwe watak nistha
Satru môngsa mulat
Sangsarane podho wutah
Terjemahan:
Anak keturunan orang baik
Mereka hidup bersama-sama
Tapi lupa akan kesalahan
Hanya memperhatikan untung
Berwatak rendah
Musuh selalu mengintai
Kesengsaraan terus terjadi.
Makna:
Tembang ini menggambarkan bagaimana orang yang seharusnya menjaga kebaikan dan keturunannya bisa tersesat jika hanya mengejar kepentingan pribadi. Kealpaan terhadap kesalahan mereka membuat mereka terjebak dalam konflik dan musuh yang selalu mengintai, menyebabkan penderitaan bagi semua.
Tembang Durma adalah salah satu tembang macapat yang paling kuat dalam hal ekspresi emosional. Watak tembang durma adalah tegas, keras, dan penuh ketegangan membuat tembang ini sering digunakan dalam situasi yang menggambarkan pertempuran atau konflik besar. (BAI)
Baca Juga: Ketahui Watak Tembang Macapat dan Pengertiannya
