Konten dari Pengguna

Ketahui Watak Tembang Durma dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Watak Tembang Durma. Sumber: Pexels/Jess Bailey Design
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Watak Tembang Durma. Sumber: Pexels/Jess Bailey Design

Tembang Durma merupakan salah satu dari macapat, yakni jenis puisi tradisional Jawa yang memiliki aturan baku mengenai jumlah baris, suku kata, dan nada. Setiap tembang macapat ini memiliki watak tersendiri, begitu pula dengan watak tembang durma.

Tembang Macapat adalah salah satu bentuk puisi tradisional Jawa yang memiliki aturan baku tentang jumlah baris, jumlah suku kata dalam setiap baris, dan bunyi rima akhir. Tembang macapat biasanya digunakan dalam karya sastra, pendidikan, ritual, serta media penyampaian nilai-nilai moral dan filosofis.

Watak Tembang Durma dan Contohnya

Ilustrasi Watak Tembang Durma. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood

Mengutip buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang, Bram Palgunadi (2021:115), tembang durma biasanya digunakan untuk menampilkan suasana menakutkan, membuat miris, menegangkan, atau horor. Watak tembang durma adalah keras, tegas, dan penuh dengan gejolak amarah.

Wataknya biasanya mencerminkan suasana yang serius, penuh ancaman, atau ketegangan. Dalam konteks cerita atau karya sastra, tembang ini sering digunakan untuk menggambarkan kekerasan atau pertarungan, kemarahan atau dendam, perintah keras atau instruksi yang tegas, dan nafsu kekuasaan atau keserakahan.

Tembang Durma berasal dari kata "darma," yang dalam bahasa Jawa bisa berarti tugas, kewajiban, atau juga bisa merujuk pada sesuatu yang harus dilakukan, meskipun dalam suasana terpaksa atau penuh ketegangan. Tembang durma memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah sebagai penggambaran filosofi hidup.

Durma sering digunakan dalam situasi yang menggambarkan pertempuran atau konflik, baik dalam kisah perang maupun dalam konflik batin. Berikut contoh dari tembang durma yang dapat diperhatikan.

Anak kêturunana bêcik

Gugur gunung padha urip

Lupa marang kaluputan

Karuhakên ing bêja

Duwe watak nistha

Satru môngsa mulat

Sangsarane podho wutah

Terjemahan:

Anak keturunan orang baik

Mereka hidup bersama-sama

Tapi lupa akan kesalahan

Hanya memperhatikan untung

Berwatak rendah

Musuh selalu mengintai

Kesengsaraan terus terjadi.

Makna:

Tembang ini menggambarkan bagaimana orang yang seharusnya menjaga kebaikan dan keturunannya bisa tersesat jika hanya mengejar kepentingan pribadi. Kealpaan terhadap kesalahan mereka membuat mereka terjebak dalam konflik dan musuh yang selalu mengintai, menyebabkan penderitaan bagi semua.

Tembang Durma adalah salah satu tembang macapat yang paling kuat dalam hal ekspresi emosional. Watak tembang durma adalah tegas, keras, dan penuh ketegangan membuat tembang ini sering digunakan dalam situasi yang menggambarkan pertempuran atau konflik besar. (BAI)

Baca Juga: Ketahui Watak Tembang Macapat dan Pengertiannya