Kisah Selamatnya Kaum Bani Israil dari Firaun Menurut Kitab Taurat

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Kitab Taurat kisah selamatnya kaum Bani Israil dari Firaun terungkap dalam serangkaian peristiwa rincian yang sangat detail. Dikisahkan dengan jelas bagaimana awalnya kaum Bani Israil diperbudak sampai akhirnya bisa dibebaskan.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi menggambarkan keajaiban Tuhan. Mulai dari perbudakan hingga kisah di Laut Merah, semuanya tertulis dengan jelas di Kitab Taurat.
Menurut Kitab Taurat Kisah Selamatnya Kaum Bani Israil dari Firaun Terungkap dalam Kitab Keluaran (Exodus)
Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa. Isinya adalah hukum-hukum yang mengatur kehidupan umat manusia, terutama bangsa Bani Israil. Kitab ini juga mengajarkan tentang keesaan Allah dan bagaimana beribadah dan berinteraksi dengan sesama.
Secara umum, Taurat memuat perintah dan larangan yang berkaitan dengan ibadah, moral, dan sosial. Kisah mengenai selamatnya Bani Israil dari kejaran Firaun Mesir merupakan bagian yang sangat penting dalam sejarah Yahudi.
Menurut Kitab Taurat kisah selamatnya kaum Bani Israil dari Firaun terungkap dalam Kitab Keluaran. Kitab ini dikenal juga dengan nama Exodus.
Berdasarkan buku Pedoman Penafsiran Alkitab Kitab Keluaran, Noel D. Osborn dan Howard A. Hatton, (2020), Kitab Keluaran (Exodus) merupakan salah satu dari lima kitab utama Taurat (Torah). Kitab-kitab tersebut adalah Kejadian (Genesis), Keluaran (Exodus), Imamat (Leviticus), Bilangan (Numbers), dan Ulangan (Deuteronomy).
Awalnya, di dalam Kitab Kejadian (Genesis) disebutkan bahwa Bani Israil tinggal di Mesir karena Yusuf, anak Bani Yakub (Israel) menjabat sebagai pejabat tinggi di sana. Seiring waktu Firaun merasa terancam karena jumlah orang Israel yang semakin hari semakin bertambah.
Di Kitab Keluaran 1, dikisahkan bahwa Firaun mulai memperbudak mereka. Firaun bahkan memerintahkan untuk membunuh langsung bayi laki-laki yang lahir dari kaum mereka. Di tengah kondisi tersebut, lahirlah Musa (Moses) yang selamat dari percobaan pembunuhan bayi yang dilakukan ibunya. Musa ditemukan dan dibesarkan oleh puteri Firaun.
Saat Musa melarikan diri dari Mesir dan berada di Midian, Tuhan (YHWH) menampakkan diri melalui semak yang menyala tapi tidak terbakar (burning bush). Tuhan memperkenalkan diri sebagai "Aku adalah Aku" (YHWH - I AM WHO I AM) dan memerintahkan Musa untuk kembali ke Mesir membebaskan Bani Israil. Ini tertulis di dalam Keluaran 3.
Dalam Keluaran 7-12, dikisahkan Musa menemui Firaun dan meminta pembebasan, tapi mendapatkan penolakan. Saat itulah, Tuhan mengirimkan 10 bencana (tulah) ke Mesir, mulai dari air jadi darah, hujan katak, wabah, hingga gelap gulita. Tulah terakhir adalah kematian anak sulung Firaun, yang membuatnya membebaskan Bani Israil.
Namun, tiidak lama setelah mereka pergi, Firaun berubah pikiran dan mengejar dengan pasukannya. Bani Israil terjebak di tepi Laut Teberau (Laut Merah), tapi Tuhan memerintahkan Musa untuk mengangkat tongkatnya. Laut itu terbelah dua dan menjadi jalan bagi Bani Israil untuk menyeberang (Keluaran 14).
Menurut Kitab Taurat kisah selamatnya kaum Bani Israil dari Firaun terungkap dalam Kitab Keluaran (Exodus). Mulai dari penderitaan mereka sebagai budak di Mesir, pembebasan oleh Musa, dan peristiwa terbelahnya Laut Merah yang akhirnya menenggelamkan seluruh pasukan Mesir. (DNR)
Baca Juga: Siapakah Tokoh dalam Alkitab yang Tetap Setia Kepada Tuhan Meskipun Menderita?
