Konten dari Pengguna

Komponen Penting Pola Makanan yang Perlu Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi komponen penting pola makanan. Sumber: unsplash.com/ Pablo Merchán Montes
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi komponen penting pola makanan. Sumber: unsplash.com/ Pablo Merchán Montes

Makan menjadi aktivitas wajib yang punya beragam konsekuensi. Dari pola makan, seseorang bisa menjadi sehat atau justru sakit. Adapun komponen penting pola makanan yang perlu diketahui agar makan bisa menjadi akivitas yang menyehatkan.

Komponen penting pola makanan meliputi tiga hal, yaitu jenis, frekuensi, dan jumlah makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Semuanya wajib dipenuhi untuk mencapai kesehatan tubuh yang optimal.

3 Komponen Penting Pola Makanan

Ilustrasi komponen penting pola makanan. Sumber: unsplash.com/ Alex Haney

Pola makan sehat dan teratur menjadi kunci untuk meraih kondisi fisik yang prima. Mengutip dari buku Dietika Penyakit Degeneratif, Wibowo Hanafi Ari Susanto, dkk. (2023:26), secara lebih spesifik, komponen penting pola makanan terdiri dari hal-hal berikut ini.

1. Jenis makan

Jenis makan menjadi komponen yang penting dalam pola makanan. Jenis makanan dibagi lagi menjadi makanan pokok, lauk pauk, dan sumber serat serta vitamin, seperti sayur dan buah.

Makanan pokok bisa berupa beras, jagung, sagu, umbi-umbian, dan tepung. Sedangkan lauk pauk terdiri atas lauk hewani, seperti telur, daging, dan ikan serta lauk nabati, seperti tempe dan tahu.

2. Frekuensi makan

Frekuensi makan adalah seberapa sering kegiatan makan dilakukan. Misalnya, pada saat sarapan, makan siang, sore, atau saat makan camilan sebagai makanan selingan.

Frekuensi makan dapat dikatakan sebagai jumlah aktivitas makan dalam satu hari. Makan camilan juga dihitung ke dalam frekuensi makan. Jadi, misalnya sehari makan berat 3 kali dan dua kali makan snack, berarti dalam satu hari terjadi frekuensi makan 5 kali.

3. Jumlah makan

Jumlah makan berkaitan dengan porsi yang dimasukkan ke dalam tubuh. Banyaknya makanan yang dimakan akan menentukan bagaimana bentuk tubuh seseorang. Jika berlebihan, tubuh bisa menggemuk. Sebaliknya jika kurang, maka tubuh bisa kurus.

Sehingga jumlah makanan ini sebisa mungkin seimbang dan sehat. Pola makan seimbang ini bisa dilakukan dengan cara mengatur jumlah dan jenis makanan yang dimakan serta frekuensinya juga.

Semua makanan yang masuk ke dalam tubuh wajib mengandung zat gizi yang terdiri dari enam zat, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.

Baca juga: Mengenal Urutan Hidangan Makanan dalam Table Manner

3 komponen penting pola makanan di atas wajib diketahui dan diterapkan dalam asupan makanan sehari-hari. Tujuannya agar tubuh sehat dan memiliki bentuk tubuh yang ideal. (IMA)