Kondisi Indonesia pada Masa Peralihan Pemerintahan Sukarno dan Soeharto

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
25 November 2023 17:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Kondisi Indonesia pada Masa Peralihan Pemerintahan Sukarno dan Soeharto. Sumber: Unsplash/Pradamas Gifarry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kondisi Indonesia pada Masa Peralihan Pemerintahan Sukarno dan Soeharto. Sumber: Unsplash/Pradamas Gifarry
ADVERTISEMENT
Menurut catatan sejarah, kondisi Indonesia pada masa peralihan pemerintahan Sukarno dan Soeharto mengalami gejolak perubahan. Sebab, kebijakan-kebijakan pemerintah diubah secara drastis.
ADVERTISEMENT
Ketika kekuatan Sukarno semakin melemah, beliau secara formal menunjuk Soeharto sebagai pejabat sementara presiden pada tahun 1967. Kemudian dilantik menjadi Presiden Indonesia kedua pada tahun 1968.

Ketahui Kondisi Indonesia pada Masa Peralihan Pemerintahan Sukarno dan Soeharto

Ilustrasi Kondisi Indonesia pada Masa Peralihan Pemerintahan Sukarno dan Soeharto. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
Separuh umur negara Indonesia ini dihabiskan di bawah kepemimpinan Soeharto. Tepatnya 32 tahun, ia memimpin dan mengelola kekuasaan.
Menurut buku Intelijen dan Kekuasaan Soeharto, Yayasan Pustaka Obor Indonesia (2022), sejak peristiwa G30 S PKI, kondisi politik keamanan nasional menjadi tidak menentu. Pada situasi tersebut, Soeharto yang menjabat Pankostrad mulai meniti jalan politiknya hingga menuju puncak kekuasaan.
Kekuatan politik Soeharto meningkat ketika adanya Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih dikenal dengan nama Supersemar. Sukarno "memberi" Supersemar pada Soeharto sebagai Panglima Kopkamtib yang jejak awalnya ditemukan di pertemuan Bogor 2 Oktober 1965.
ADVERTISEMENT
Untuk menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara saat munculnya 'dualisme kepemimpinan nasional' maka Presiden Sukarno menyerahkan pemerintahan pada Jenderal Soeharto pada 23 Februari 1967 Tap. MPRS No IX/MPRS/1966.
Peralihan pemerintahan Sukarno dan Soeharto tidak melalui mekanisme pemilu, sehingga masa awal kekuasaan Soeharto sedikit problematis.

Masa Pemerintahan Soeharto

Ilustrasi Kondisi Indonesia pada Masa Peralihan Pemerintahan Sukarno dan Soeharto. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
Masa pemerintahan Soeharto dikenal dengan nama Orde Baru (Orba). Soeharto memiliki gaya kepemimpinan gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif.
Maksudnya adalah gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif. Dan juga memiliki visi yang jauh ke depan dan sadar akan dibutuhkan langkah penyesuaian.
Soeharto memimpin Indonesia sejak 1967-1998 dan dikenal dengan berbagai kontroversinya. Dalam menjalankan pemerintahan, Soeharto sering juga disebut sebagai otoriter bagi yang berseberangan dengannya.
ADVERTISEMENT
Pada masa kekuasaannya, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi, sosial dan budaya Indonesia.
Demikian penjelasan tentang kondisi Indonesia pada masa peralihan pemerintahan Sukarno dan Soeharto. Penting untuk mengetahui catatan sejarah dengan sederet peristiwa dan keputusan hebat yang telah terjadi. (DVA)