Kriteria Kenaikan Kelas Kurikulum Merdeka yang Wajib Diketahui

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kriteria kenaikan kelas Kurikulum Merdeka perlu disosialisasikan kepada siswa dan orang tua. Informasi tersebut dapat dijadikan acuan untuk membuat rencana belajar yang tepat.
Siswa dan orang tua harus memerhatikan laporan hasil belajar untuk mengukur kemampuan mencapai kriteria kenaikan kelas yang telah ditetapkan. Jika hasilnya masih belum seperti yang diharapkan, para siswa dapat segera memperbaiki cara belajar mereka.
Mengenal Kriteria Kenaikan Kelas Kurikulum Merdeka
Dikutip dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Yogi Anggraena dan Kawan-kawan (2022:60), penentuan kriteria kenaikan kelas dalam Kurikulum Merdeka diserahkan kepada satuan pendidikan.
Satuan pendidikan dianggap paling paham dengan kompetensi siswa-siswanya. Namun demikian, Kemdikbud memberikan arahan tentang mekanismenya dalam panduan asesmen untuk para pendidik.
Berikut adalah penentuan kriteria kenaikan kelas Kurikulum Merdeka yang dianjurkan dalam panduan asesmen Kemdikbud.
1. Mempertimbangkan Laporan Kemajuan Belajar
Laporan kemajuan belajar ini meliputi pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran, ekstrakulikuler dan prestasi selama satu tahun ajaran. Kriteria ini dianggap adil karena semua pencapaian siswa diperhitungkan.
Siswa yang aktif di berbagai lomba sering absen dan tidak mengerjakan tugas-tugas dari guru. Namun prestasinya telah mengangkat nama sekolah dan baik untuk masa depannya. Siswa ini layak dipertimbangkan untuk naik kelas.
Ada pula siswa yang tidak memiliki catatan prestasi tapi tidak pernah terlambat masuk sekolah, selalu bersikap baik dan rajin mengerjakan tugas dari guru. Siswa ini layak naik kelas.
2. Berdasarkan Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif adalah asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian seluruh tujuan pembelajaran. Penilaian ini dilakukan dengan cara membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Karena sudah ada kriteria tersebut, maka pembuatan kritera baru untuk menentukan kenaikan kelas tidak diperlukan lagi. Penggunan nilai sumatif dianggap lebih praktis dari segi waktu, pikiran dan tenaga.
3. Menggunakan Face dalam Capaian Pembelajaran
Ada beberapa fase yang dapat dimanfaatkan guru agar siswa dapat naik kelas, antara lain:
Kenaikan dalam fase yang sama, yaitu ketika siswa belum mencapai tujuan pembelajaran tapi tetap naik kelas setelah guru kelas menyampaikan informasi tersebut kepada guru kelas selanjutnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Kenaikan di antara 2 fase yang berbeda, yaitu ketika siswa naik kelas tapi belum lulus dari fase sebelumnya. Siswa dapat mengulang materi pada fase lama meski sudah naik kelas .
Kriteria kenaikan kelas Kurikulum Merdeka ditentukan oleh berbagai aspek. Siswa atau orang tua dapat bertanya agar tidak salah paham. (lus)
Baca juga: 5 Contoh Deskripsi Raport Kurikulum Mardeka Singkat
