Konten dari Pengguna

Larutan Penyangga: Pengertian, Jenis, dan Rumusnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Larutan Penyangga: Pengertian, Jenis, dan Rumusnya, foto:unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Larutan Penyangga: Pengertian, Jenis, dan Rumusnya, foto:unsplash

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH-nya meskipun ditambahkan asam ataupun basa. Sehingga larutan penyangga biasa digunakan sebagai penetral larutan yang memiliki nilai pH dari asam atau basa yang kuat. Materi ini terbagi ke dalam beberapa jenis dan rumus yang perlu dipelajari.

Larutan penyangga juga biasa dimanfaatkan oleh beberapa industri, seperti industri farmasi, industri kosmetik, serta sebagai penetral pH limbah indutsri agar tidak merusak lingkungan. Sehingga penting untuk mengetahui jenis-jenis larutan penyangga beserta rumus.

Pengertian Larutan Penyangga

Ilustrasi Pengertian Larutan Penyangga, foto:pexels

Mengutip dari buku Bank Soal Full Pembahasan Kimia 10-11-12 SMA/MA, Idha dan Santrinitis (2020: 230), larutan penyangga, yaitu larutan yang memiliki sifat mempertahankan pH-nya. Ketika ditambahkan sedikit basa atau asam, larutannya relatif tidak berubah.

Penyebab larutan penyangga dapat mempertahankan pH-nya, yaitu kandungan di dalamnya merupakan campuran asam lemah dengan konjugasinya ataupun campuran dari basa lemah beserta asam konjugasinya.

Sehingga ketika H+ dan OH- ditambahkan pada larutan penyangga akan ditangkap oleh partikel-partikel zat terlarut. Untuk itu, perlu diketahui jenis larutan penyangga pada penjelasan berikutnya.

Jenis-jenis Larutan Penyangga

Ilustrasi Jenis-jenis Larutan Penyangga, foto:pexels

Jenis dari larutan penyangga dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Larutan Penyangga Asam

Larutan penyangga asam merupakan larutan yang berasal dari asam lemah beserta basa konjugasinya. Di mana mempertahankan pH-nya pada kondisi asam (pH<7).

Untuk mendapatkan larutan penyangga asam dapat diperoleh dengan mencampurkan asam lemah dalam jumlah yang banyak dengan basa kuat, agar dihasilkan garam basa konjugasi yang terbentuk dari basa lemah tersebut. Contohnya sebagai berikut.

  • Larutan dengan kandungan CH3COOH dan CH3COONa

  • Larutan dengan kandungan H2S dan Na2S

2. Larutan Penyangga Basa

Larutan penyangga basa merupakan larutan yang berasal dari basa lemah beserta basa konjugasinya. Di mana memperthankan pH-nya pada kondisi basa (Ph>7).

Untuk mendapatkan larutan penyangga basa, dapat diperoleh dengan mencampurkan basa lemah dalam jumlah yang banyak dengan asam kuat, agar dihasilkan garam asam konjugasi yang terbentuk dari basa lemah tersebut. Contohnya sebagai berikut.

  • Larutan dengan kandungan NH4OH dan NH4Cl

  • Larutan dengan kandungan NH4OH dan (NH4)2SO

Setelah mengenal pengertian serta jenis-jenis dari larutan penyangga, maka perlu mengetahui rumus larutan penyangga pada penjelasan di bawah ini.

Rumus Larutan Penanyangga

Ilustrasi Rumus Larutan Penyangga, foto:pexels

Rumus yang digunakan pada larutan penyangga memiliki 2 macam, yaitu sebagai berikut.

1. Rumus Larutan Penyangga yang Bersifat Asam

[H^+] = Ka ([mol asam lemah])/([mol basa konjugasi])

pH = - log [H^+]

Keterangan:

Ka = Ketetapan ionisasi asam lemah

2. Rumus Larutan Penyangga yang Bersifat Basa

[OH^-] = Kb ([mol basa lemah])/([mol asam konjugasi])

POH = - log [OH^-]

pH = 14 – pOH

Keterangan:

Kb = Ketetapan ionisasi basa lemah

Baca Juga: Pengertian Hasil Kali Kelarutan dalam Proses Kimia

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui pengertian larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH-nya meskipun ditambahkan asam ataupun basa. Serta jenis larutan penyangga terdapat 2 macam begitupun juga dengan rumusnya.

Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat sebagai referensi belajar bagi siswa untuk memahami materi larutan penyangga. (PAM)