Konten dari Pengguna

Lebaran Ketupat Berapa Hari Setelah Idul Fitri? Ini Informasi Selengkapnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lebaran ketupat berapa hari setelah idul fitri. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lebaran ketupat berapa hari setelah idul fitri. Sumber: pexels.com

Lebaran ketupat adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan masyarakat muslim Indonesia seminggu setelah Hari Raya Idulfitri tiba. Sebagai salah satu tradisi, masih banyak orang yang bertanya-tanya terkait Lebaran ketupat berapa hari setalah Idul Fitri?

Pertanyaan ini kerap kali muncul karena adanya perbedaan tradisi Lebaran ketupat yang dilaksanakan di satu daerah dengan daerah lainnya. Meski begitu, esensi dari tradisi ini tetaplah sama, yakni sebagai ajang silaturahmi.

Lebaran Ketupat Berapa Hari Setelah Idul Fitri?

Ilustrasi lebaran ketupat berapa hari setelah idul fitri. Sumber: pexels.com

Jadi, sebenarnya Lebaran ketupat berapa hari setelah Idul Fitri? Mengutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Murodi (hal 144), Lebaran ketupat dilaksanakan oleh masyarakat muslim setelah melaksanakan puasa sunah selama enam hari setelah Idulfitri.

Dengan kata lain, tradisi ini dilakukan kurang lebih seminggu setelah Lebaran Idulfitri. Seperti yang diketahui bahwa Lebaran ketupat adalah salah satu tradisi Hari Raya Idulfitri di Indonesia.

Tradisi ini umumnya dilakukan oleh umat muslim di Jawa dan Lombok dengan ketupat sebagai sajian identiknya. Menurut sejarah, tradisi ini berkaitan erat dengan salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga.

Hal inilah yang membuat masyarakat Jawa percaya bahwa Sunan Kalijaga merupakan sosok yang pertama kali memperkenalkan ketupat. Kala itu, para wali memang memanfaatkan tradisi slametan yang sudah lama berkembang di masyarakat Nusantara sebagai bagian dari dakwah Islam.

Lewat tradisi tersebut, Wali Songo juga mengajarkan ajaran Islam mengenai cara bersyukur kepada Allah Swt. Bukan cuma itu saja, kupatan juga menjadi sarana untuk mendorong umat Islam agar memperbanyak sedekah dan mempererat tali silaturahmi di hari Lebaran.

Dalam bahasa Jawa, kata ketupat berasal dari kata ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan. Oleh karena itu, dengan adanya ketupat, diharapkan sesama umat muslim bisa saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan satu sama lain.

Sementara secara filosofis, ketupat yang dibungkus janur kuning melambangkan penolak bala oleh masyarakat Jawa.

Jadi, itulah ulasan singkat tentang Lebaran ketupat berapa hari setelah Idul Fitri. Semoga bermanfaat. (Anne)

Baca Juga: Lebaran Ketupat Apakah Libur? Ini Penjelasannya