Lirik dan Makna Lagu Kami Belum Tentu Feast tentang Kondisi Politik

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Feast adalah band rock asal yang terkenal lantang dalam membicarakan berbagai isu di Indonesia. Lirik dan makna lagu Kami Belum Tentu Feast mengisahkan tentang kekecewaan dan keresahan mereka atas kondisi politik dan sosial di Indonesia.
Mereka konsisten menulis lirik tentang situasi yang terjadi di masyarakat. Segala isu yang disuarakan mendapat sokongan musik bergelora, modern, geram, megah namun tetap mudah dicerna.
Lirik dan Makna Lagu Kami Belum Tentu Feast Tentang Keresahan dan Kekecewaan Atas Situasi Politik
Dikutip dari buku Rock Humanisme, Alex Palit (2017:56) musik protes tidak selalu lahir karena tekanan, tetapi juga dapat disebabkan oleh keprihatinan seniman atas kondisi sosial. Lagu-lagu tersebut menunjukkan kemampuan seniman dalam melihat persoalan bangsa.
Feast berdiri pada tahun 2013, beranggotakan Daniel Baskara (vokal), Adnan Satyanugraha (gitar), Dicky Renanda (gitar), Fadli Fikriawan (bass) dan Adrianus Aristo (drum).
Feast memiliki gagasan utama karya bernama Earth, yaitu sebuah konsep semesta fiktif yang merepresentasikan cerita nyata dalam karya mereka. Multiverse dan album Abdi Lara Insani adalah karikatur tentang konflik horizontal antar suku, agama, ras dan golongan yang terjadi di dunia nyata.
Konsep dan konsistensi Feast menuai sambutan solid dari para Kelelawar, sebutan untuk penggemar mereka. Eksplorasi musik Feast juga beberapa kali mendapat ulasan positif dari pemerhati musik, juga disertakan dalam daftar musik terbaik tahunan media.
Lirik dan makna lagu Kami Belum Tentu Feast berisi kalimat-kalimat tajam dan penuh sindiran. Lagi ini mencerminkan rasa kecewa dan frustasi yang dirasakan banyak orang atas kondisi sosial dan politik di Indonesia yang tak kunjung membaik.
Berikut ini adalah lirik lagu Kami Belum Tentu yang dinyanyikan oleh Feast.
Tiang masih berdiri
Bendera makin tinggi
Berkibar tiap pagi
Dimakan matahari
Merah makin memudar
Yang bunglon merasa benar
Putih makin menguning
Yang pintar masih berpaling
Ditinggal beasiswa
Tenang kawan, tak apa
Bertahan, buat apa?
Belum ada artinya
Masih dipeluk setan
Alergi peradaban
Alergi kemajuan
Mendorong kemunduran
Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
Earth-03 kerusuhan lagi
Earth-04 perang nuklir lagi
Jadikan pelajaran
Jangan sampai rusak beneran
Earth-02 masih main tusuk
Tiap hari kian buruk
Ayo cepat mending rujuk
Jangan sampai salah tunjuk
Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
Apa guna gelar kami?
(Siapa yang sudah tahu?)
Jadi apa tua nanti?
(Tentu kami belum tahu!)
Tumblr, Reddit diblok lagi
(Siapa bilang situs biru?)
Untuk apa terkoneksi
(Jika masih mati lampu?)
Cukup dikasih hati
(Masih minta tambah paru)
Pura-pura bersih lagi
(Bagaikan Kalpataru)
Jelas-jelas tangan besi
(Masih berlagak rindu!)
Sembah Tuhan tiap minggu
(Tapi masih lempar batu)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)
Dalam salah satu penggalan liriknya yaitu ”memeluk setan” dapat diinterpretasikan sebagai kritikan atas kebiasaan buruk oknum penguasa yang membuat negara tidak bisa maju.
Para pemangku jabatan digambarkan sebagai tokoh yang alergi dengan peradaban dan kemajuan. Mereka justru lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang membuat negara jadi mundur ke belakang.
Pada bagian lirik ”kami belum tentu” menunjukkan ketidakpastian dan kekecewaan terhadap pemimpin dan sistem politik. Feast tampak skeptis atas kemampuan pemimpin masa depan dan merasa bahwa suara rakyat sering diabaikan.
Liriknya juga mengkritik bagaimana banyak orang mungkin sudah melupakan masalah-masalah lama padahal dampaknya masih terasa bagi sebagian orang. Lagu ini menggambarkan rasa frustasi rakyat ketika penguasa gagal memenuhi harapan rakyat dan tidak mendengar kepentingan rakyat.
Dengan mengetahui lirik dan makna lagu Kami Belum Tentu Feast semoga dapat memberikan inspirasi tentang kritik sosial kepada para penikmat lagu. (EA)
Baca juga : Makna Lagu Vintage Niki Tentang Kenangan Masa Lalu Bersama Mantan
