Konten dari Pengguna

Macam-Macam Majas Perbandingan dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi macam-macam majas perbandingan. Sumber foto: Pixabay/RuslanSikunov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi macam-macam majas perbandingan. Sumber foto: Pixabay/RuslanSikunov

Majas perbandingan merupakan salah satu gaya bahasa yang menyatakan kiasan. Jenis majas ini dapat memperindah struktur kalimat dan menimbulkan kesan bagi pembaca. Oleh karenanya, untuk lebih memahami ragam bentuknya, maka macam-macam majas perbandingan menarik untuk dipelajari lebih mendalam.

Pada Bahasa Indonesia, majas perbandingan seringkali dipakai dalam berbagai bentuk karya sastra, seperti halnya untuk cerpen, puisi, dan novel. Penggunaan majas ini ditujukan untuk membuat tulisan lebih ekspresif dan penuh makna.

Macam-Macam Majas Perbandingan berserta Penjelasannya

Ilustrasi macam-macam majas perbandingan. Sumber foto: Pixabay/josealbafotos

Pengertian majas perbandingan adalah majas yang diungkapkan dengan cara menyandingkan maupun membandingkan suatu objek dengan objek yang lain. Proses pembanding tersebut dinyatakan dengan cara yang berbeda, bergantung pada pengguna bahasa (penutur). Baik melalui penyamaan, pelebihan, maupun penggantian.

Untuk lebih jelasnya, inilah macam-macam majas perbandingan yang dapat dipelajari lebih lanjut menurut buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah, Tim BIP, (2021: 157-160).

1. Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan majas yang memunculkan karakteristik pada benda mati. Dengan begitu, suatu benda ditampilkan seolah-olah mempunyai nyawa layaknya makhluk hidup.

Contoh:

- Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari di atas kertas.

- Langit ikut menangis dengan beberapa bencana yang melanda Indonesia beberapa waktu ini.

2. Majas Metafora

Ungkapan yang menghadirkan perbandingan analogis disebut sebagai majas metafora. Penggunaan majas ini ditandai dengan adanya istilah yang bukan arti sesungguhnya.

Contoh:

- Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.

- Singa memang kuat, sehingga pantas kalau ia dijuluki raja hutan.

3. Majas Alegori

Majas alegori tidak jarang ditemukan pada karya sastra novel dan cerita pendek. Adapun gaya bahasa tersebut ditandai dengan pernyataan dalam cerita yang penuh simbol bermuatan moral.

Contoh:

- Menjaga nama baik ibaratnya merawat kertas putih, sedikit saja ada titik di sana pasti kentara.

- Memang cantik rupa si Aisyah, bagaikan mawar pesonanya menyihir kumbang-kumbang lelaki di sekitarnya.

4. Majas Asosiasi

Majas asosiasi dapat disebut juga sebagai majas perumpamaan. Tujuannya, yaitu untuk membandingkan terhadap dua hal yang berbeda secara, tetapi dianggap sama. Majas asosiasi umumnya ditandai dengan istilah laksana, seumpama, dan seperti.

Contoh:

- Menggapai mimpinya itu, bagai punuk rindukan bulan.

- Wajah si kembar Lina-Lani memang seperti pinang dibelah.

5. Majas Simbolik

Majas simbolik ialah gaya bahasa yang mencerminkan suatu hal dengan memakai benda yang lain. Seperti halnya perbandingan hewan atau dengan tumbuhan.

Contoh:

- Rumah mewah di ujung jalan Surapati semalam ludes dilalap si jago merah.

- Sebutan buaya darat yang menempel pada Andi membuatnya susah mendekati hati perempuan idamannya.

Macam-macam majas perbandingan dapat memperkaya ragam bahasa dalam tulisan. Setelah memahami penggunaan berbagai majas tersebut, pembaca dapat menentukan gaya bahasa yang tepat untuk menyampaikan pesan dengan lebih bermakna. (Riyana)

Baca Juga: Mengenal Pengertian dan Jenis-jenis Majas dalam Bahasa Indonesia