Macam-Macam Majas Sindiran dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam majas sindiran sering digunakan dalam kalimat percakapan bahasa Indonesia. Majas sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang dengan tujuan meningkatkan kesan dan makna kata.
Majas sindiran biasanya disusun dengan kalimat yang halus tapi makna dan artinya cukup tajam. Bila salah dalam menyampaikan, tidak jarang kalimat bermajas sindiran bisa menyinggung atau malah melukai perasaan seseorang.
Macam-Macam Majas Sindiran dan Contoh Kalimatnya
Majas sindiran merupakan salah satu majas retorika atau gaya bahasa. Gaya bahasa ini biasanya digunakan untuk menyampaikan kritik atau sindiran secara tidak langsung terhadap seseorang atau sesuatu hal.
Istilah sindiran merujuk pada ungkapan atau ucapan yang tidak langsung mengkritik atau mengomentari sesuatu, biasanya untuk menyampaikan pesan atau pendapat tanpa secara langsung menyinggung perasaan atau menghadapi seseorang secara langsung.
Berdasarkan penjelasan di buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia, Nur Indah Sholikhati, (2019), terdapat beberapa jenis majas yang menggunakan sindiran.
Macam-macam majas sindiran tersebut adalah:
1. Majas Ironi
Ini adalah jenis paling halus dari majas sindiran. Menggunakan kata-kata atau kalimat yang berlawanan dengan maksud sebenarnya, dengan tujuan mengkritik atau mengungkapkan ketidakpuasan.
Contoh: "Bagus sekali, dia sudah lupa berterima kasih."
Dalam kalimat di atas, secara kasat mata terdengar positif ("bagus sekali"), tetapi sebenarnya menyindir ketidakterima kasihannya.
2. Majas Sinisme
Majas ini digunakan untuk mengungkapkan sindiran secara kasar dan umumnya digunakan untuk mengkritik atau mencemooh sesuatu.
Contoh: "Kamu adalah ahli dalam menghancurkan semua semangat yang ada."
3. Majas Sarkasme
Mengandung sindiran tajam dan mengolok-olok. Bisa juga dengan menggunakan ekspresi yang berlebihan atau terlalu dramatis untuk menyampaikan kritik.
Contoh: “Kamu cita-citanya jadi dokter ya? Soalnya tulisanmu bagus banget, aku nggak bisa membacanya”
4. Majas Satire
Majas ini biasa digunakan untuk mengkritik atau mengejek dengan cara yang lebih halus.
Contoh: "Kamu ingin jadi ketua OSIS? Pasti bakal seru nih!"
5. Majas Innuendo
Mengandung sindiran tersembunyi yang hanya dapat dipahami oleh orang tertentu.
Contoh: “Dia memang ‘ahli’ dalam mengelola proyek.” (Maksud sebenarnya: dia sangat tidak kompeten)
Penggunaan macam-macam majas sindiran tersebut bisa disesuaikan dengan topik yang sedang dibicarakan. Intinya, sindiran bisa disampaikan secara halus maupun terang-terangan. (DNR)
Baca Juga: 20 Contoh Majas Paradoks dalam Kalimat
