Makna dan Lirik Lagu Selamat Hari Lebaran Karya Ismail Marzuki

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna dan lirik lagu Selamat Hari Lebaran karya Ismail Marzuki banyak dicari oleh masyarakat Indonesia. Lantaran, lagu tersebut sering diputar di berbagai media seperti televisi, radio, media sosial dan berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan.
Lagu klasik yang rilis pada tahun 1954 tersebut hingga kini masih menjadi lagu wajib yang tidak boleh absen saat Lebaran tiba. Lagu Selamat Hari Lebaran telah diaransemen ulang oleh banyak orang seperti Tasya Kamila, Sentimental Moods, hingga Deredia.
Makna dan Lirik Lagu Selamat Hari Lebaran Karya Ismail Marzuki
Dikutip dalam buku Sukses UN 2019 SMP/MTs Bahasa Indonesia: Kumpulan Soal dan Pembahasan UN 2016-2018 oleh Tim Pengajar Ganesha Operation (2028:96), Ismail Marzuki lahir di Kwitang, Senen, Batavia 11 Mei 1914. Sosok yang lebih dikenal dengan panggilan Maing ini merupakan salah satu maestro musik legendaris di Indonesia.
Banyak karyanyan yang melegendaris salah satunya lagu Selamat Hari Lebaran yang setiap tahunnya diputar menjelang Hari Raya Idulfitri. Liriknya yang melekat di telinga serta irama musiknya syahdu, membuat lagu ini disukai oleh banyak orang.
Banyak cerita, pesan, dan kritik yang Ismail Marzuki masukkan dalam lagu Selamat Hari Lebaran. Agar mudah memahami lagu ini, simak makna dan lirik lagu Selamat Hari Lebaran berikut.
1. Makna Lagu
Lagu orisinal Selamat Hari Lebaran direkam di studio RRI Jakarta, tahun 1954 dan dinyanyikan pertama kali oleh Suyoso Karsono. Lagu dibuka dengan lirik perasaan riang gembira menyambut hari Lebaran. Saatnya bersuka ria dan bermaaf-maafan setelah berpuasa sebulan.
Pada bait berikutnya, melalui lagu ini Ismail Marzuki menggambarkan suasana Lebaran saat awal-awal kemerdekaan yaitu di tahun 1950-an. Banyak masyarakat yang memakai pakaian baru, naik terem ke kota, berjalan-jalan, serta tradisi masyarakat menikah di Bulan Syawal.
Dibait terakhir Ismail Marzuki juga menceritakan cara orang kota merayakan Lebaran seperti berjudi, main ceki, dan bermabuk-mabukan. Di akhir lirik, terdapat peringatan agar tidak melakukan tindakan korupsi.
2. Lirik Lagu
Lagu berdurasi 2 menit lebih 49 detik ini terdiri dari 3 bait dengan video clip berlatar belakang zaman 1950-an. Adapun lirik lagu Selamat Hari Lebaran sebagai berikut.
Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridulfitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari Lebaran
Reff:
Minal aidin wal faidzin
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin
Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik terem listrik perey
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore
Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe
Reff:
Maafkan lahir dan batin,
'lang tahun hidup prihatin
Cari wang jangan bingungin,
'lan Syawal kita ngawinin
Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri
Reff:
Maafkan lahir dan batin,
'lang taon hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin,
Korupsi jangan kerjain
Melalui makna dan lirik lagu Selamat Hari Lebaran di atas, diharapkan rasa penasaran pembaca terpecahkan terhadap lagu yang sering diputar saat menyambut Hari Raya Idulfitri. Semoga dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
Baca juga: 5 Lagu Hari Raya Idul Fitri Terpopuler di Indonesia
