Makna Lagu Arteri Feast, Pergulatan Hati Anak Muda Menuju Masa Dewasa

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna lagu Arteri Feast membuat penasaran penggemar musik Indonesia. Lirik Arteri cukup misterius dan mengundang rasa ingin tahu. Lirik sebagaimana puisi yang memiliki makna tertentu.
Dikutip dari buku Apresiasi Seni 2 Seni Tari & Seni Musik SMA Kelas XI, Sigit Astono, dkk, (2022:96), lirik atau syair lagu merupakan ekspresi seseorang dari alam batinnya tentang suatu hal, baik yang sudah dilihat, didengar, maupun dialaminya.
Makna Lagu Arteri Feast, tentang Quarter Life Crisis yang Dialami Penulisnya
Grup musik .Feast digawangi oleh Daniel Baskara Putra (vokal, synth), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Dicky Renanda Putra (gitar), dan Fadli Fikriawan Wibowo (bass). Sebenarnya ada satu lagi, yakni Adrianus Aristo Haryo (drum) tetapi kini telah dinonaktifkan.
Berikut ini makna lagu Arteri Feast, menurut penulisnya, yaitu Dicky sang gitaris.
1. Tentang Pergulatan Batin Seseorang di Masa Transisi
Lagu ini tentang kegalauan seorang anak muda yang memasuki usia dewasa, saat di mana banyak hal yang bisa dilakukan tanpa larangan atau pengawasan orang tua. Tanggungjawab besar yang kini ditanggung sendiri justru membuat kebebasan itu justru seperti sebuah pengekangan.
2. Quarter Life Crisis
Suatu periode ketidakpastian dan kekhawatiran dari seorang yang berusia kurang ataun lebih dari 25 tahun. Biasanya dimulai pada usia duapuluhan hingga tigapuluhan.
Kegalauan di Quarter Life Crisis umumnya disebabkan oleh tekanan sosial yang menuntut seseorang dengan usia duapuluhan sudah mencapai kesuksesan tertentu.
3. Pelarian dari Masa Lalu
Dicky menulis lagu ini sebagai gambaran pengalaman ketika memulai terjun ke dunia hiburan. Ada hal pahit yang ingin dilupakannya saat memulai kehidupan baru di masa dewasa. Namun, ia tetap menempatkan masa lalu sebagai guru untuk bisa hidup lebih baik di masa depan.
4. Arteri sebagai Nama Kawasan di Dunia Nyata
Judul lagu ini merujuk pada Arteri, sebuah kawasan yang memang nyata ada di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tempat ini seperti mewakili kehidupan Dicky pada masa quarter life crisis, di sana pula Dicky merasakan pengalaman yang kemudian ditulis sebagai lagu.
Lirik Lagu Arteri Feast
Untuk lebih bisa memahaminya, berikut ini adalah keseluruhan lirik lagu berujudul Arteri milik Feast.
Telanjang, ku telanjang menyicipi dunia
Hatiku berkata
“Selamat datang di dua puluh!”
Kau tambal kegagalanku
Kau masuk ke dalam darah, berdansa dan berserah
Untuk sekian jam saja
Sembunyikanmu dari dunia, hilang akal saat kau ada
Berputar, mana ujungnya?
Menangisku di pundakmu
Kau bilang muntahkan semua pilu
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
Kau hanya trauma (Meluncur di Arteri)
Aku ingin tak menghiraukan masa depan
Namun hidup apa hanya delapan kali sebulan?
Salahku memikirkan untuk menyelamatkan
Saat kaulah titik perkara
Menangisku di pundakmu
Kau bilang muntahkan semua pilu
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
Kau hanya trauma (Di Arteri Pondok Indah)
Aku berlari, lari, lari
Lari mengejar dirimu
Cinta macam apa
Yang dijaga ketat oleh perantara?
Indraku mati rasa
Kubuang jauh dalam
Tempat sampah (Di Arteri Pondok Indah)
Kau hanya trauma
Meluncur di Arteri
Hanya lagu lama
Bernyanyi di Arteri
Menangisku di pundakmu
Kau bilang muntahkan semua pilu
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
Kau hanya trauma (Meluncur di arteri)
Setetes bahagia yang selalu kau cari
Mengalir berkelana meluncur di arteri
Setetes bahagia yang selalu kau cari
Mengalir berkelana meluncur di arteri
Itulah pembahasan tentang makna lagu Arteri Feast. Salah satu dari 15 lagu dalam album bertajuk Membangun & Menghancurkan yang rilis akhir Agustus 2024. (STA)
Baca juga : Makna Lagu Timeless The Weeknd beserta Liriknya
