Makna Lagu Bungong Jeumpa dan Liriknya, Lagu Daerah Khas Aceh

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu Bungong Jeumpa merupakan salah satu lagu daerah Indonesia. Mengetahui makna lagu Bungong Jeumpa dan liriknya akan membantu pembaca dalam memahami isi lagu tersebut dan bisa melestarikannya kepada generasi penerus bangsa.
Lagu daerah diciptakan oleh para nenek moyang berdasarkan kebudayaan serta adat istiadat yang ada. Oleh karenanya, setiap lagu daerah identik dengan wilayah asalnya dengan menggunakan bahasa daerah sesuai dari mana lagu tersebut berasal.
Makna Lagu Bungong Jeumpa
Lagu Bungong Jeumpa merupakan lagu khas daerah provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam buku Kumpulan Lagu Daerah Nusantara Terpopuler oleh Sarah Ismullah dan Ibrahim Ismullah (2012:5), makna lagu Bungong Jeumpa menceritaan tentang bunga jeumpa atau bungan cempaka (Michelia champaca. L,). Bunga ini memiliki bau yang harum dan senantiasa berbunga sepanjang tahun di Aceh.
Dalam lirik lagunya dijelaskan bahwa bunga cempaka memiliki aroma yang sangat harum dan warna putih kuning bercampur merah yang indah dan memesona di mata setiap orang. Hampir semua masyarakat Aceh menanam bunga ini di masing-masing pekarangan rumah.
Saking indahnya, bunga ini menjadi simbol dari keindahan alam yang menggambarkan betapa indahnya ciptaan Tuhan. Lagu ini juga mengajarkan untuk menghargai keindahan alam serta memelihara lingkungan demi keberlangsungan hidup bersama.
Bunga jeumpa juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh, seperti dalam upacara tradisi, ukiran, dan ragam hias. Oleh karena itu, bungong jeumpa menjadi maskot dan ikon utama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Lirik Lagu Bungong Jeumpa
Bungong Jeumpa bermula dari Kerajaan Jeumpa yang berdiri pada abad ke-7 M dan berpusat di Kabupaten Bireun, Aceh. Bungong Jeumpa kemudian dijadikan sebagi lagu daerah dan tarian tradisional Aceh yang menggambarkan semangat dan keindahan tanah Aceh.
Lagu daerah Bungong Jeumpa diciptakan pada abad ke-7 M oleh Ibrahim Abduh. Lagu ini ditulis dalam bentuk Hikayat Radja Jeumpa. Adapun lirik lagu Bungong Jeumpa sebagai berikut.
Bungong Jeumpa
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bangong telebeh telebeh indah lagoina
Puteh kuneng me jam pumirah
Bangong telebeh telebeh indah lagoina
Puteh kuneng me jam pumirah
Keumang si ulah cidah that rupa
Puteh kuneng me jam pumirah
Keumang si ulah cidah that rupa
Lam sinar buleun lam sinar buleun angen peu ayon
Ruroh mesuson mesuson nyang mala mala
Lam sinar buleun lam sinar buleun angen peu ayon
Luroh mesuson mesuson nyang mala mala
Mangat that mebe’i menyo tathimcom
Leupah that harum si bungong jeumpa
Mangat that mebe’i menyo tathimcom
Leupah that harum si bungong jeumpa
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bangong telebeh telebeh indah lagoina
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bangong telebeh telebeh indah lagoina
Puteh kuneng me jam pumirah
Bangong telebeh telebeh indah lagoina
Puteh kuneng me jam pumirah
Bangong telebeh telebeh indah lagoina
Kesimpulannya makna lagu Bungong Jeumpa, lagu khas daerah Aceh yaitu tentang bunga cempaka yang dijadikan lambang semangat, keindahan, dan kebanggaan masyarakat Aceh terhadap daerahnya. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
Baca juga: Menilik Makna Lagu Rasa Sayange sebagai Lagu Daerah Maluku
