Makna Lagu Penyangkalan For Revenge dan Liriknya Lengkap

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesuai dengan judulnya, makna lagu Penyangkalan For Revenge menggambarkan kisah seseorang yang sedang menyangkal suatu perasaan. Lagu ini menggambarkan seseorang yang berjuang menghadapi trauma, rasa sakit, dan ketidakmampuan untuk menghadapi kenyataan.
Penyakit mental seperti depresi atau kecemasan mungkin menjadi tema yang tersembunyi di balik lirik ini. Tentunya dengan penyangkalan dan perasaan kosong menjadi pusat dari narasi.
Lirik dan Makna Lagu Penyangkalan For Revenge
Judul lagu biasanya merupakan ringkasan dari kisah yang ada di dalam liriknya. Judul lagu ini adalah "Penyangkalan", menurut keterangan di situs KBBI online, kbbi.kemdikbud.go.id, arti kata penyangkalan adalah perbuatan (cara, hal) menyangkal.
Secara garis besar, makna lagu Penyangkalan For Revenge menggambarkan seseorang yang sedang terjebak dalam kondisi mental atau emosional yang sangat gelap dan penuh penyangkalan.
Berikut adalah lirik lengkapnya.
Selamat datang di penyangkalan
Sesunyi rumah yang ku huni
Sebising derau di ujung hari
Seperih luka yang abadi
Sebisanya kan ku nikmati
Selamat datang di penyangkalan
Dia masih di sini
Dan menari-nari
Perlahan meracuni
Kewarasan yang mati
Dia masih di sini
Dan menari-nari
Perlahan menghantui
Kenyataan yang sepi
Bertukar peran menyakiti
Seakan ku tak bisa mati
Berpura-pura pulih sendiri
Nyatanya kutelah mati
Berkali-kali
Dia masih di sini
Dan menari-nari
Perlahan meracuni
Kewarasan yang mati
Dia masih di sini
Dan menari-nari
Perlahan menghantui
Kenyataan yang sepi
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Bertukar peran saling menghantam
Dia masih di sini
Dan menari-nari
Perlahan meracuni
Kewarasan yang mati
Beberapa bagian yang bisa dimaknai dari lirik lagu tersebut adalah:
1. Penyangkalan dan Kesepian
Kalimat "Selamat datang di penyangkalan" diulang beberapa kali, menandakan bahwa sang narator menolak kenyataan atau perasaan tertentu.
Kondisi ini seperti sebuah tempat yang sepi namun penuh kebisingan batin ("Sesunyi rumah yang kuhuni, sebising derau di ujung hari"). Ini menggambarkan kontradiksi dalam perasaan: meskipun di luar tampak tenang, di dalam batin penuh kegelisahan.
2. Luka yang Abadi
Kalimat "Seperih luka yang abadi" menyiratkan rasa sakit yang mendalam dan tidak pernah sembuh. Narator tampaknya mencoba bertahan dan menikmati penderitaan ini, meskipun itu menyiksa ("Sebisanya kan kunikmati").
3. Kehilangan Kontrol Diri
"Bertukar peran menyakiti" menunjukkan bahwa narator merasakan ketidakmampuan untuk lepas dari siklus menyakiti diri sendiri atau terjebak dalam konflik emosional yang tidak berujung. Berpura-pura sembuh, tetapi kenyataannya mereka sudah "mati berkali-kali" secara emosional.
Makna lagu Penyangkalan For Revenge cocok untuk orang-orang yang sedang berada pada posisi yang sama. Menyangkal rasa sakit lalu mereka merasa terjebak dalam ilusi atau kebohongan yang diciptakan oleh penyangkalan tersebut. (DNR)
Baca Juga: Mengenal Makna Lagu Tsunami Niki yang Populer
