Konten dari Pengguna

Makna Lagu Tarian Penghancur Raya dari .Feast: Bergerak Menuju Kehancuran

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makna lagu tarian penghancur raya - Sumber: pixabay.com/pexels-2286921/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makna lagu tarian penghancur raya - Sumber: pixabay.com/pexels-2286921/

Bagi sebagian orang, lirik lagu .Feast sering terkesan penuh teka-teki, termasuk pada "Tarian Penghancur Raya". Makna lagu "Tarian Penghancur Raya" menarik untuk diulik karena liriknya yang terasa begitu kuat dan relevan dengan kehidupan manusia.

Lewat musik yang enerjik, .Feast menyampaikan keresahan tentang keserakahan manusia. Lagu ini menjadi bentuk peringatan agar kita lebih peduli pada bumi.

Mengulik Makna Lagu Tarian Penghancur Raya

Ilustrasi makna lagu tarian penghancur raya - Sumber: unsplash.com/@sulivan

Lagu "Tarian Penghancur Raya" dari .Feast merupakan salah satu karya musik yang penuh kritik sosial dan sarat makna. Sekilas, liriknya terdengar puitis dan penuh metafora, tapi jika diperhatikan lebih jauh, lagu ini mengangkat isu penting tentang kerusakan lingkungan serta keserakahan manusia yang merusak alam.

Tidak heran jika banyak pendengar mencari tahu makna lagu "Tarian Penghancur Raya" karena pesannya sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Berikut adalah penjabaran singkat dari lagu tersebut.

Lagu ini menggambarkan bagaimana manusia, lewat modernisasi, industrialisasi, dan gaya hidup konsumtif, justru sedang menari-nari menuju kehancuran bumi. Istilah “tarian” melambangkan aktivitas sehari-hari, yang tampak normal bahkan menyenangkan, padahal perlahan sedang menghancurkan alam.

“Mata dan peluh yang asin / Perlahan dihapus angin / Jogja yang beku mendingin / Menari menghancurkan alam raya yang kecewa”

Pada bagian ini, peluh dan mata asin bisa ditafsirkan sebagai keringat dan air mata manusia yang berjuang, tetapi aktivitasnya jutsru berkontribusi pada kerusakan alam. “Menari menghancurkan alam raya” menegaskan bahwa apa yang kita lakukan sehari-hari, sadar atau tidak, sedang melukai bumi.

“Bank ahli industri teknologi / Etnografi produksi menggurui penghuni asli”

Bagian ini mengkritik bagaimana industri, teknologi, dan ilmu yang diklaim “modern” sering merampas dan menggurui pengetahuan masyarakat adat. Padahal masyarakat asli sudah lebih dulu hidup selaras dengan alam.

“Trotoar lebar, bahan hijau, Tesla / Kalah cepat disalip kuda Asia”

Lirik ini bisa dibaca sebagai satir atas pembangunan kota modern (trotoar hijau, mobil listrik Tesla) yang tampaknya ramah lingkungan, tapi kenyataannya tidak menyelesaikan masalah inti. “Kuda Asia” bisa ditafsirkan sebagai transportasi tradisional atau simbol sederhana yang ironisnya lebih efisien.

“Sedotan besi, plastik cycle tiga / Pun pepohonan tak berkuasa / Lawan kebijakan yang bertamasya”

Ini adalah sindiran pada green lifestyle yang sering sebatas tren (misalnya ganti sedotan plastik jadi besi), padahal masalah utamanya adalah kebijakan besar yang merusak lingkungan. Alam tidak bisa melawan karena kebijakan manusia yang menentukan.

“Burung bersiul malapetaka / Gurun menatap dingin manusia / Laut dan pegunungan kecewa / Kudeta besar alam semesta”

Alam digambarkan kecewa. Burung, laut, gunung, bahkan gurun menyaksikan perilaku manusia. Jika terus berlanjut, akan ada “kudeta besar”, artinya alam mengambil alih lewat bencana, perubahan iklim, dan kehancuran ekologi.

Menurut buku Senjakala Bumi: Serampai Esai Masa Pandemi, Aldi Oktaviandi, (2020), manusia dan alam adalah dua hal yang saling membutuhkan dan berkesinambungan. Di saat manusia merusak alam demi kepentingannya sendiri, maka alam akan merusak manusia melalui dampak negatif dari tindakan tersebut.

Dengan menggunakan metafora kuat, .Feast mengingatkan bahwa manusia bukan penguasa alam, melainkan bagian dari alam itu sendiri. Jika terus dibiarkan rusak, manusia juga akan menanggung akibatnya.

Secara musikal, .Feast mengemas lagu ini dengan aransemen energik dan penuh emosi, sejalan dengan pesan keras yang ingin disampaikan. Kombinasi musik dan lirik menjadikan makna lagu "Tarian Penghancur Raya" menjadi bentuk protes sekaligus refleksi. (DNR)

Baca Juga: Makna Lagu Tarot Feast beserta Liriknya