Masalah Sosial Budaya yang Dapat Timbul Akibat Alih Fungsi Hutan Deforestasi

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masalah sosial budaya yang dapat timbul akibat alih fungsi hutan deforestasi sangat kompleks. Alih fungsi hutan itu berarti mengganti suatu ekosistem dengan ekosistem baru.
Penggantian ekosistem tersebut harus diikuti adaptasi penunjang kehidupan secara menyeluruh. Adaptasi tersebut bisa berhasil, bisa pula tidak.
Masalah Sosial Budaya yang Dapat Timbul Akibat Alih Fungsi Hutan Deforestasi
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), deforestasi adalah penebangan hutan. Biasanya setelah pohon-pohon ditebang, lahan kosong tersebut akan ditanami atau didirikan bangunan sehingga deforestasi diikuti alih fungsi.
Dikutip dari Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VII, M. Nursa'ban dan Kawan-kawan (2021:228), alih fungsi hutan setelah deforestasi atau perambahan hutan dapat mengubah daerah resapan air dan meningkatkan besaran aliran permukaan atau run off.
Lebih jauh lagi, berikut adalah masalah sosial budaya yang dapat timbul akibat alih fungsi hutan deforestasi:
Banjir sering terjadi sehingga kualitas hidup masyarakat menurun.
Kekeringan terjadi bergantian dengan banjir sehingga banyak bidang usaha yang terganggu dan menyebabkan angka kemiskinan meningkat.
Meningkatnya kemiskinan dapat menyebabkan merebaknya masalah sosial, antara lain munculnya pengemis, pertengkaran atau perkelahian, pencurian, bahkan bunuh diri.
Terdapat kesenjangan sosial yang lebar antara pendatang yang memanfaatkan hasil alih lahan dan penduduk asli yang kehilangan lahan sebagai sumber penghasilan.
Warga asli ikut tercabut dari akar budayanya karena harus mencari sumber penghasilan di tempat lain.
Menghilangnya sebagian adat budaya asli warga di sekitar hutan seiring dengan masuknya warga baru yang menempati hasil alih fungsi lahan dalam jumlah besar.
Menghilangnya budaya menghargai alam dan memanfaatkan sumber daya alam secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari.
Lahan pertanian yang umumnya berharga lebih murah daripada lahan pemukiman menjadi incaran pengembang untuk dijadikan perumahan sehingga luas lahan pertanian makin sempit.
Kedaulatan pangan negara sulit tercapai karena hasil hutan, pertanian, perkebunan dan perikanan menurun.
Menurunnya keanekaragaman flora dan fauna di lokasi alih lahan, bahkan banyak spesies yang hilang.
Baca juga: 5 Dampak Kebakaran Hutan bagi Alam
Masalah sosial budaya yang dapat timbul akibat alih fungsi hutan deforestasi harus ditangani dengan bijaksana. Keuntungan ekonomi wajib diseimbangkan dengan kehidupan sosial budaya yang kondusif dan kelestarian lingkungan. (lus)
