Materi Maulid Nabi Singkat: Sejarah, Tradisi, dan Amalannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maulid Nabi adalah momen penting ketika umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Umat Islam yang mau mempelajari tentang momen tersebut juga perlu mengetahui materi Maulid Nabi singkat, mulai dari sejarah, tradisi, dan amalannya.
Bulan Maulid atau Rabiul Awal menandakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad sekaligus kesempatan bagi umat Islam untuk mengamalkan perbuatan-perbuatan baik.
Informasi tentang Materi Maulid Nabi Singkat
Selama bulan Maulid, setiap umat muslim bisa memperdalam materi mengenai Maulid Nabi sebagai pembelajaran. Bagi yang memerlukan materi Maulid Nabi singkat untuk dipelajari, berikut ini sejumlah materinya tentang sejarah, tradisi, serta amalan di bulan Maulid.
1. Sejarah Maulid Nabi
Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal tahun hijriah. Peringatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi semua umat muslim akan keteladanan Nabi Muhammad.
Berdasarkan buku Ahlussunnah Wal Jamaah (Edisi Revisi 2022): Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai. A. Fatih Syuhud, (2022: 567-568), ada beberapa versi tentang sejarah Maulid Nabi, misalnya dari versi Al-Muqrizi bahwa peringatan Maulid Nabi muncul pada masa Dinasti Fatimiyah di abad 4 hijriah.
Pendapat lain datang dari Jalaluddin As-Suyuthi yang menerangkan bahwa orang pertama yang memperingati Maulid Nabi, yakni Raja Muzhaffar Abu Sa'id Kukburi. Ada pula yang menyebutkan jika orang pertama yang memperingatinya adalah Shalahuddin Al-Ayyubi.
2. Tradisi Maulid Nabi di Indonesia
Setiap masyarakat mempunyai tradisi masing-masing selama peringatan Maulid Nabi, termasuk masyarakat Indonesia. Tradisi Maulid Nabi pada masyarakat Indonesia umumnya dilakukan dalam bentuk doa bersama, menggelar acara selawat, maupun tausiah.
Selain itu, beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi Maulid Nabi yang berbeda, antara lain.
Yogyakarta dan Surakarta: Sekaten yang digelar mulai tanggal 5-12 bulan Maulid. Acaranya berupa pembunyian gamelan, membacakan sejarah Nabi, hingga Grebeg Maulud.
Gorontalo: Walima, berupa tradisi berzikir di masjid serta menyiapkan makanan di rumah-rumah yang disusun di Tolangga.
Cirebon: Nyiram Gong, berupa tradisi membersihkan diri untuk menyambut bulan Maulid, termasuk mencuci gong pusaka, pembacaan doa, dan berselawat.
Banjar, Kalimantan Selatan: Baayun Maulid, berupa tradisi mengayun bayi untuk menyambut Maulid Nabi.
3. Amalan Maulid Nabi
Selama peringatan Maulid Nabi, terdapat amalan-amalan yang bisa dilakukan umat muslim di bulan Rabiul Awal. Umat muslim bisa melakukan amalan-amalan tersebut dengan harapan mendapat pahala, keberkahan, serta syafaat Nabi Muhammad di hari akhir kelak. Berikut beberapa amalan-amalan Maulid Nabi menurut website kemenag.go.id.
Berpuasa sunah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.
Memperbanyak baca selawat.
Bersedekah.
Memperbanyak berbuat baik.
Itu tadi materi Maulid Nabi singkat yang dapat dipelajari, mulai dari sejarahnya, tradisi di Indonesia, hingga amalan-amalan yang bisa dilakukan. [ENF]
Baca juga: 2 Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad saw, Kelahiran Penuh Rahmat
