Materi Pendidikan Budi Pekerti Menurut Ki Hajar Dewantara

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk moral yang baik. Konsep budi pekerti menurut Ki Hajar Dewantara menjadi landasan penting dalam membangun karakter yang beretika.
Kecerdasan tanpa akhlak bisa membuat seseorang kehilangan arah. Sementara itu, karakter yang kuat mampu membentuk pondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Oleh karena itu, kecerdasan dan budi pekerti harus berjalan beriringan.
Pendidikan Budi Pekerti Menurut Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan yaitu membimbing dan mengarahkan potensi anak. Hal ini dimaksudkan agar anak mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, sebagai individu maupun bagian masyarakat.
Menurut buku Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Praktik Pembelajaran karya Dr. Dadan Suryana, M.Pd. (2021), budi pekerti menurut Ki Hajar Dewantara merupakan inti dari proses pendidikan.
Hal ini karena budi pekerti menanamkan nilai-nilai, harkat dan martabat, serta aspek moral dan watak. Pada akhirnya, budi pekerti menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian dan mengatur kehidupan manusia.
Adapun materi pendidikan budi pekerti yang dirancang Ki Hajar Dewantara berdasarkan tahap perkembangan usia anak:
1. Taman Indria dan Taman Anak (5-8 tahun)
Pada tahap ini, anak diberikan latihan yang mendorong perilaku baik sesuai kodrat alaminya.
2. Taman Muda (9-12 tahun)
Anak mulai diberi nasihat dan penguatan mengenai tingkah laku baik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Taman Dewasa (14-16 tahun)
Di fase ini, anak belajar menjalani perbuatan baik yang lebih menantang secara sadar dan sukarela.
4. Taman Madya dan Taman Guru (17-20 tahun)
Pembelajaran anak difokuskan pada pemahaman nilai etika yang lebih kompleks.
Keempat tahapan ini menggambarkan pandangan Ki Hajar Dewantara tentang pentingnya pendidikan yang membebaskan. Artinya, proses belajar harus memberi ruang anak untuk berkembang sesuai kodrat dan zamannya. Namun, tetap diarahkan untuk memiliki karakter dan akhlak mulia.
Dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, budi pekerti merupakan perpaduan antara cipta (kognitif), karsa (afektif), dan karya (psikomotorik). Ketiga unsur ini harus berjalan selaras agar membentuk pribadi yang berbudi luhur.
Lebih dari itu, materi pendidikan budi pekerti Ki Hajar Dewantara juga menekankan pentingnya keteladanan dari orang tua dan pendidik. Sebab, anak cenderung lebih mudah menangkap nilai moral melalui contoh nyata dalam kesehariannya.
Di era kehidupan modern yang serba cepat, nilai moral sering kali terlupakan. Oleh memahami dan menerapkan materi pendidikan budi pekerti menurut Ki Hajar Dewantara sangat penting untuk membentuk kepribadian dan mengatur kehidupan manusia. (ALF)
Baca juga: Siapa Nama Asli Ki Hajar Dewantara? Ini Biografi Singkatnya
