Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai pada Matematika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Materi perbandingan senilai dan berbalik nilai ada dalam mata pelajaran matematika SMP kelas 7 dan SMK kelas 10 . Materi ini digunakan untuk perbandingan pada operasi bilangan riil.
Perbandingan merupakan materi yang dapat digunakan untuk riset maupun kehidupan sehari-hari. Kesulitan utama yang sering ditemui adalah membuat perbandingan yang terbalik-balik.
Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai
Meski materi perbandingan ini muncul di pelajaran SMP dan SMK namun isinya hampir sama. Karena itu, siswa SMK dapat membuka kembali buku-buku ketika masih SMP untuk mengingat materi ini kembali.
Dikutip dari Rangkuman Matematika SMP, Nurjanah (2009:40), perbandingan 2 besaran sejenis dapat ditulis dalam bentuk pembagian. Contohnya a dibanding b dapat ditulis a : b. Jika besaran atau satuannya tidak sama maka harus disamakan dulu.
Cara penulisan tersebut akan digunakan untuk memahami materi perbandingan senilai dan berbalik nilai sebagai berikut.
1. Perbandingan Senilai
Perbandingan senilai adalah perbandingan yang nilainya sama, yaitu:
Jika nilai awalnya semakin besar maka nilai akhirnya juga semakin besar.
Jika nilai awalnya semakin kecil maka nilai akhirnya juga semakin kecil.
Berikut ilustrasinya:
Nilai awal: a dan b.
Nilai akhir: c dan d.
Maka hubungan perbandingan senilai adalah a : b = c : d atau a x d = b x c.
Contoh:
Jika harga 2 buah kelapa muda adalah Rp24.000, berapa harga 5 buah kelapa muda?
Jawab:
Jumlah kelapa muda: 2 buah dan 5 buah.
Harga kelapa muda: Rp24.000 dan x.
Maka harga 5 buah kelapa muda adalah
2/5 = 24000/x
2x = 5 x 24000.
x = 120000/2 = Rp60.000.
2. Perbandingan Berbalik Nilai
Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan yang nilainya konstan tapi perbandingannya dibalik sebagai berikut:
Jika nilai awalnya semakin besar maka nilai akhirnya semakin kecil.
Jila nilai awalnya semakin kecil maka nilai akhirnya semakin besar.
Contoh:
Tari membaca novel hingga habis dalam waktu 6 jam dengan kecepatan 350 kata per menit. Jika kecepatan Tari melambat menjadi 250 kata per menit, berapa jam waktu yang akan dihabiskan Tari?
Contoh:
Kecepatan: 350 kata/menit dan 250 kata/menit.
Waktu: 6 jam dan x
Jawab:
350/250 = x/6
250x = 350 x 6
x = 2100/250 = 8,4 jam.
Baca juga: Mengenal Pecahan beserta Jenis-jenisnya dalam Matematika
Materi perbandingan senilai dan berbalik nilai memerlukan ketelitian agar tidak salah menempatkan bilangan. Membaca soal secara berulang akan membantu membuat perbandingan yang benar. (lus)
