Memahami Pengertian Hidrolisis Garam dan Cara Menghitungnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembentukan garam melewati reaksi yang bernama hidrolisis yang nantinya dapat dihitung jumlah pH-nya. Untuk memahaminya diperlukan pengetahuan tentang pengertian hidrolisis garam dan cara menghitungnya.
Perlu diketahui bahwa, garam merupakan senyawa netral yang berasal dari reaksi antara asam serta basa. Asam dan basa yang ada pada garam tersebut nantinya dapat ditemukan dengan rumus tertentu.
Pengertian Hidrolisis Garam dan Cara Menghitungnya
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi ini, perlu mengetahui tentang pengertian hidrolisis garam dan cara menghitungnya.
Secara bahasa, hidrolisis berasal dari kata hydro yang maknanya air serta lysis yang berarti peruraian. Maka pengertian hidrolisis garam dapat diartikan sebagai peruraian antara garam dan air dalam suatu larutan.
Jika dikutip dari Buku Ringkasan Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI IPA (2023:58), hidrolisis garam didefinisikan sebagai peristiwa terurainya garam yang ada di air yang menghasilkan asam dan atau basa.
Ketika garam dilarutkan pada air, maka garam itu akan terionisasi menghasilkan anion dan kation. Anion maupun kation tersebut bisa bereaksi dengan air.
Hidrolisis Garam juga didefinisikan sebagai reaksi penguraian molekul air akibat anion atau kation dari garam. Pada proses tersebut, garam yang asalnya dari asam lemah atau basa lemah akan berubah menjadi ion OH- atau OH+ /H3O+.
Cara Menghitung Hidrolisis Garam
Penghitungan hidrolisis garam dilakukan untuk mengetahui jumlah Ph dari garam itu sendiri. Cara menghitungnya harus memperhatikan jenis-jenis garamnya. Berikut penjelasannya.
Garam Asam Kuat dan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam kuat serta basa kuat tidak dapat terhidrolisis. Jadi, otomatis pH-nya terhitung 7 atau netral.
Garam Asam Kuat dan Basa Lemah
Garam yang pembentukannya dari asam kuat dan basa lemah akan menghasilkan garam bersifat asam atau pH < 7.
Cara menghitungnya adalah
[H+] = √Kw × Mg/Kb dan pH = - log [H+]
Apabila garam yang asalnya asam kuat dan basa lemah dengan kation maupun anion yang salah satunya memiliki valensi 2 atau lebih, maka rumusnya yaitu:
[H+] = √Kw × n × Mg/Kb
Keterangan:
Kw = konstanta air
Kb = konstanta ionisasi basa lemah
Mg = Molaritas garam
n = valensi kation atau anion
Garam Asam Lemah dan Basa Kuat
Pembentukan garam yang berasal dari asam lemah serta basa kuat akan menghasilkan garam yang sifatnya basa (pH > 7). Rumusnya yaitu:
[OH-] = √Kw × Mg/Ka
pOH = - log [OH-]
pH = 14 - pOH
Bila garam yang asalnya dari asam lemah dan basa kuat memiliki kation maupun anion yang salah satunya bervalensi 2 atau lebih, maka rumusnya adalah [OH-] = √Kw × n × Mg/Ka
Keterangan:
Ka = konstanta ionisasi asam lemah
Garam Asam Lemah dan Basa Lemah
Hidrolisis garam yang pembentukannya berasal dari asam lemah dan basa lemah cara menghitungnya akan bergantung pada nilai Kb dan Ka, jadi rumusnya:
Kb = KA
Maka, sifat garamnya akan bernilai netral, yakni pH = 7
Ka > Kb
Maka, garamnya akan bersifat asam atau pH < 7. Jadi, cara menghitungnya adalah dengan menentukan nilai H+
[H+] = √Kw × Ka/Kb
pH = - log [H+]
Ka < Kb
Maka, garam akan bersifat basa, pH > 7. Jadi menghitungnya ditentukan dengan nilai OH-.
[OH-] = √Kw × Kb/Ka
pOH = - log [OH-]
pH = 14 - pOH
Keterangan:
Ka = konstanta ionisasi asam lemah
Kb = konstanta ionisasi basa lemah
Baca Juga: 5 Contoh Pelapukan Kimia beserta Penyebabnya
Itulah tadi penjelasan mengenai pengertian hidrolisis garam dan cara menghitungnya. Mempelajari perihal hidrolisis garam akan sangat berguna ketika mendalami ilmu kimia. (SLM)
