Memahami Perbedaan Teori Evolusi Darwin dan Lamarck

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makhluk hidup mengalami evolusi yang ditandai dengan perubahan struktur tubuh dan berlangsung bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Untuk mengamati perubahan ini, muncullah teori evolusi. Dalam perkembangannya, ada perbedaan teori evolusi Darwin dan Lamarck.
Konsep evolusi sendiri muncul karena adanya penelitian dan pengamatan terhadap persamaan dan perbedaan dalam struktur makhluk hidup dari berbagai belahan dunia. Teori ini menjadi salah satu teori yang populer pada ilmu biologi.
Pengertian Teori Evolusi
Sebelum mengenal lebih jauh mengenai perbedaan teori evolusi Darwin dan Lamarck, akan lebih baik mengetahui pengertian dari teori evolusi.
Dalam biologi, evolusi berarti perubahan pewarisan sifat suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama yaitu variasi, reproduksi, dan seleksi.
Mengutip buku Biologi Interaktif Kelas XII IPA karya Wijaya Jati (2007:102) teori evolusi adalah perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta yang menyatakan bahwa terjadi perubahan secara perlahan-lahan dan membutuhkan waktu dalam kehidupan makhluk hidup.
Terdapat dua teori evolusi yang cukup populer, yaitu teori evolusi Darwin dan teori evolusi Lamarck. Meskipun memiliki kesamaan yang menyatakan bahwa adaptasi memengaruhi evolusi, tapi terdapat pula beberapa perbedaan di dalam masing-masing teori tersebut.
1. Teori Evolusi Lamarck
Jean Baptiste de Lamarck (1744-1829) adalah seorang ahli biologi Prancis, merupakan salah satu ilmuwan dengan bukunya yang terkenal yaitu Philosophie Zoologique tahun 1809. Lamarck percaya bahwa terdapat dua kekuatan evolusi yang bekerja.
Lamarck beranggapan bahwa semua individu dalam spesies yang sama memiliki karakteristik yang identik. Misalkan pada zaman dahulu menurut Lamarck, semua jerapah memiliki leher yang pendek dan semua gajah memiliki belalai yang pendek.
Lamarck beranggapan bahwa terdapat dorongan internal dari individu untuk melakukan evolusi guna memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, Lamarck juga beranggapan bahwa semua makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan alam tanpa kecuali.
2. Teori Evolusi Darwin
Charles Darwin (1809-1882) merupakan seorang naturalis inggris yang terkenal karena bukunya The Origin of Species. Dalam bukunya, Darwin menuliskan bahwa semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama dan berhubungan satu sama lain.
Berbeda dengan Lamarck, Darwin beranggapan bahwa individu dalam spesies yang sama dapat memiliki karakteristik yang berbeda. Misalkan pada zaman dahulu, menurut Darwin terdapat jerapah yang memiliki leher panjang, tapi ada juga yang memiliki leher pendek.
Berbanding terbalik dengan Lamarck, dalam teori Darwin, diyakini bahwa individu yang paling dapat beradaptasi dengan alam maka mereka akan bertahan hidup dan yang tidak lulus seleksi alam akan punah. Dari seleksi alam itu, Darwin kemudian membagi proses evolusi menjadi mikroevolusi dan makroevolusi.
Baca Juga: Sejarah Singkat Perkembangan Teori Evolusi Makhluk Hidup
Itulah ulasan terkait perbedaan teori evolusi Darwin dan Lamarck. Perkembangan dan perbedaan teori ini turut menjelaskan adanya perkembangan teori dan ilmu pengetahuan. (BAI)
